Konflik Pilkada Puncak Jaya: PMI Terpaksa Hentikan Pelayanan Karena Intimidasi dan Ancaman

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MULIA – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Puncak Jaya terpaksa menghentikan sementara waktu pelayanannya di Puncak Jaya akibat intimidasi dan ancaman dari dua kelompok massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya yang berkonflik sejak 27 November 2024 lalu.

Ketua PMI Cabang Puncak Jaya, Nelson Wonda, menyampaikan keputusan ini pada Kamis, 6 Maret 2025, di Mulia, Puncak Jaya. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan kemanusiaan berdasarkan prinsip kepalangmerahan di tengah-tengah konflik, namun menghadapi intimidasi dan ancaman yang serius. “Kami telah menolong setiap korban baik dari massa pendukung calon nomor urut satu maupun nomor urut dua. Namun, di sela-sela penyelamatan itu, ada intimidasi dan ancaman kepada relawan kami,” ujar Nelson.

Nelson menambahkan bahwa PMI Puncak Jaya akan menghentikan aktivitas pelayanan kemanusiaan hingga ada klarifikasi dari kedua pasangan calon yang telah mengancam mereka. “Kami tidak akan melakukan pelayanan seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya sampai kami menunggu klarifikasi dari pasangan nomor 1 dan nomor 2 yang telah mengancam kami,” tegasnya.

Sejak awal, PMI Puncak Jaya memusatkan pelayanan di rumah sakit untuk melayani setiap korban dari kedua kubu. Namun, seiring berjalannya waktu, pelayanan dilakukan di dua tempat berbeda untuk memisahkan korban dari masing-masing kelompok. “Kami telah membagi tempat-tempat pelayanan untuk setiap korban pada masing-masing kelompok calon. Namun, ini juga mendapatkan tuduhan kepada kami,” jelas Nelson.

PMI Puncak Jaya meminta setiap kelompok mengklarifikasi ancaman-ancaman tersebut baik melalui surat maupun undangan. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi yang diterima, sehingga PMI Puncak Jaya sepakat untuk menghentikan sementara pelayanan mereka.

Keputusan ini diambil demi keselamatan relawan PMI dan untuk memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan dapat dilakukan tanpa adanya ancaman atau intimidasi. PMI Puncak Jaya berharap situasi konflik dapat segera mereda dan pelayanan kemanusiaan dapat kembali berjalan normal.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Melianus Yatipai Ajak Masyarakat Paniai Jaga Persatuan di Tengah Perdebatan Pemekaran Kabupaten
Yanes Alitnoe: Dendam Antar Generasi Mengancam Masa Depan Papua Pegunungan, Harus Ada Dekonsiliasi
Ibadah Syukuran Kelulusan 14 SD Gabungan Distrik Di Kenyam Berlangsung Penuh Haru
Keluarga Besar Polres Intan Jaya Salurkan Bantuan bagi Pengungsi di Sugapa
Aksi Solidaritas PKK: BAMA dan Pakaian Layak Pakai untuk Pengungsi
Kemendagri Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Konflik Wamena
Quick Wins BPJS Kesehatan Hadirkan Skrining Kesehatan dan Pemantauan Gizi di Jayapura
Keluarga Batak Jayawijaya Hadir Bawa Harapan dan Dukungan bagi Pengungsi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:58 WIT

Melianus Yatipai Ajak Masyarakat Paniai Jaga Persatuan di Tengah Perdebatan Pemekaran Kabupaten

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:29 WIT

Yanes Alitnoe: Dendam Antar Generasi Mengancam Masa Depan Papua Pegunungan, Harus Ada Dekonsiliasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:59 WIT

Ibadah Syukuran Kelulusan 14 SD Gabungan Distrik Di Kenyam Berlangsung Penuh Haru

Senin, 18 Mei 2026 - 18:54 WIT

Keluarga Besar Polres Intan Jaya Salurkan Bantuan bagi Pengungsi di Sugapa

Senin, 18 Mei 2026 - 17:52 WIT

Aksi Solidaritas PKK: BAMA dan Pakaian Layak Pakai untuk Pengungsi

Berita Terbaru