Daerah

Komunitas Pecinta Lucky Dube Papua Pegunungan Gelar Napak Tilas Jalan Trans Papua, Temukan Jembatan Megah Dibangun Era Soeharto

Wamena — Komunitas Pecinta Lucky Dube Papua Pegunungan menggelar kegiatan ekspedisi atau napak tilas di ruas Jalan Trans Papua, Jayapura–Wamena sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah pembangunan jalur darat yang menjadi salah satu akses strategis di PegununganPapua. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar selama 3 hari yang diikuti kurang lebih 100 anggota komunitas dengan menggunakan 23 unit mobil.

Komunitas Pecinta Lucky Dube Papua Pegunungan menggelar ekspedisi Jalan Trans Papua, Wamena-Jayapura, Rabu (27/11/2025). Setibanya di Kota Jayapura komunitas ini akan menyaksikan konser reggea legendaris Lucky Dube di Lapangan PTC, pada tanggal 3 Desember 2025 mendatang di Lapangan PTC, Entrop, Kota Jayapura.

Dalam perjalanan mereka, peserta napak tilas berhenti di beberapa lokasi untuk mendokumentasikan lokasi jalan yang masih dalam tahap pengerjaan oleh Kementerian PU. Namun ada yang unik dalam perjalanan mereka, yakni menemukan jembatan megah dengan panjang 235 meter yang dibangun di era Presiden Soeharto pada Tahun 1996 silam dan diberi nama jembatan meteor.

Salah satu Koordinator Eskpedisi Jalan Trans Papua, Fred Huby, S.AP, mengatakan bahwa napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap upaya pembangunan infrastruktur yang telah dimulai sejak era pemerintahan Presiden Soeharto. Pihaknya ingin kembali mengenang proses panjang pembukaan jalur ini.

“Puji Tuhan, kurang lebih perjalanan kami memakan waktu 3 hari dan finish di jembatan Merah Hamadi, Kota Jayapura, setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepanjang 575 KM. Ini bukan hanya sekedar jalan-jalan, tentu ada edukasi yang kita dapatkan, salah satunya bagaimana pemerintah pusat berkomitmen untuk menyelesaikannya, walau dengan memakan waktu kurang lebih 30 tahun,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).

“Sejarah mencatat jalan ini mulai dibangun oleh Presiden Seoharto diawal Tahun 1990an. Namun, dengan berbagai macam tantangannya, pembangunannya sempat terhenti. Lalu, kembali dilanjutkan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Jowo Widodo dan mudah-mudahan di era Presiden Prabowo Subianto jalan ini rampung hingga di aspal,” lugasnya.

Adahal yang membuat Fred Huby dan teman-temannya kagum terhadap keberadaan Jembatan Meteor di KM 281 yang menghubungkan Jayapura–Wamena. Dimana Jembatan Meteor ini menjadi saksi peninggalan Presiden Soeharto.

“Jembatan Meteor dengan panjang lebih 200 meter, sampai saat ini berdiri kokoh dan megah. Ini adalah jembatan sejarah pembangunan Jalan Trans Papua di era Presiden Soeharto. Kami benar-benar kagum melihat Jembatan Meteor ini. Tingginya, strukturnya, dan bagaimana jembatan itu menembus tebing dan lembah menunjukkan betapa besar upaya yang dilakukan untuk membuka akses darat bagi masyarakat,” ujarnya.

Fred Huby mengungkapkan, dalam ekspedisi ini pihaknya sebagai generasi muda tentunya mengapresiasi pemerintah atas langkah besar dalam membangun infrastruktur di Tanah Papua. Jalan ini akan membuka keterisolasian di wilayah Papua Pegunungan, sehingga ia berharap semua pihak benar-benar menjaga jalan ini dengan baik.

“Menjaga Jalan Trans Papua harus menjadi gerakan bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita yang menggunakan jalan ini setiap hari perlu ikut merawat, tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas. Saya mengajak generasi muda untuk memahami nilai historis dan strategis Trans Papua sebagai jalur yang membuka peluang bagi masa depan daerah,” pungkasnya.

Fred Huby mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas komitmen berkelanjutan dalam membangun Tanah Papua, khususnya melalui pengembangan dan pembukaan akses Jalan Trans Papua. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut telah membawa dampak besar bagi masyarakat di Tanah Papua.

“Keberadaan Jalan Trans Papua kembali menjadi sorotan positif karena akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, bahkan bagi para pelaku seniman. Infrastruktur ini adalah salah satu fondasi penting dalam mempercepat kemajuan di wilayah Pegunungan Papua dan daerah-daerah pedalaman lainnya,” tegasnya.

Fred Huby menambahkan dari pengamatannya selama 3 hari menelusuri Jalan Trans Papua Wamena-Jayapura, akses jalan tersebut sudah bisa dilalui dengan baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Satker Jayawijaya Balai Jayapura-Papua Pegunungan yang mendukung terlaksananya ekspedisi ini.

“Sepanjang perjalanan ekspedisi kami tidak menemukan hambatan yang besar. Hanya ada satu, dua kubangan kita lalui, itu juga tidak berat untuk dilalui. Namun, jalan tersebut kini dalam tahap pengerjaan. Mari kita doakan jalan ini segera rampung pekerjaannya, hingga tahap pengaspalan,” tutupnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

NDUGA – Pemerintah Kabupaten Nduga menerima penghargaan dalam ajang Mandaya Awards pada kategori Pemerintahan Kabupaten Terbaik…

13 jam ago

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

MULIA, 27 Oktober 2026 – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., secara…

17 jam ago

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

WAMENA – Puluhan warga yang tergabung dalam masyarakat lima wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya, yakni…

17 jam ago

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

WAMENA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayawijaya melaksanakan patroli pencegahan dan penyelidikan tindak…

18 jam ago

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

WAMENA – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Jayawijaya mengimbau siswa-siswi SMKS YAPESLI Wamena untuk…

20 jam ago

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26…

24 jam ago