Jatah Beras ASN Tersalurkan: Bukti Komitmen Pemda Puncak Jaya di Tengah Tantangan

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Mulia, Sabtu (26/07) – Jatah beras yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, saat ini baru tersalurkan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2025. Penyaluran tersebut dilakukan di Halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.

‎Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Puncak Jaya, Tri Purnomo Tabuni, S.IP, mengatakan bahwa perjalanan dari Wamena ke Mulia yang seharusnya hanya 3 hari, ternyata memakan waktu 1 minggu karena beberapa faktor seperti hujan yang membuat jalan rusak dan akhirnya kita bisa salurkan kepada setiap dinas.

‎”Kami sangat bersyukur karena saat ini kita bisa menyalurkan beras ASN di lingkungan Kabupaten Puncak Jaya,” ungkap Tri Purnomo Tabuni.

‎Ia juga menjelaskan bahwa keterlambatan penyaluran beras ASN disebabkan oleh proses pelelangan angkutan dan konflik pasca pilkada yang terjadi mulai dari bulan Desember sampai bulan April kemarin.

‎Ditempat yang berbeda, Widi sebagai Ketua Lajuran Puncak jaya mengatakan bahwa selama diperjalanan kami mengalami beberapa kendala dijalan seperti mobil rusak sehingga mengakibatkan keterlambatan dan juga Pemalangan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, ” jelasnya.

‎Ia juga mengatakan bahwa dari Wamena sampai ke Puncak Jaya kami tempuh selama 1 minggu karena ada beberapa jalan yang masih rusak. kami juga dikawal oleh aparat keamanan karena situasi keamanan yang tidak stabil di beberapa wilayah, sehingga memerlukan pengawalan.

‎Dengan tersalurkannya jatah beras ASN ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ASN di Kabupaten Puncak Jaya.

Penulis : Indah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru