Nabire – Menindaklanjuti instruksi Kapolri agar jajaran kepolisian di seluruh Indonesia menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, langsung bergerak cepat dengan memerintahkan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek untuk mempersiapkan kegiatan nobar bagi masyarakat.
Pertandingan pembuka yang digelar subu tadi, tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di seluruh wilayah Papua Tengah.
Kapolda menegaskan bahwa seluruh jajaran, terutama Polsek yang berada di daerah pedalaman, harus berupaya maksimal agar masyarakat dapat menikmati perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang hanya berlangsung setiap empat tahun sekali.
“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran mulai dari Polda, Polres hingga Polsek untuk melaksanakan nonton bareng Piala Dunia 2026. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Kapolri yang harus kita tindak lanjuti dengan baik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang suku, agama maupun kelompok tertentu. Karena itu, momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat Papua Tengah.
“Piala Dunia adalah pesta olahraga dunia. Saya ingin masyarakat Papua Tengah dapat menikmati suasana ini dengan penuh kegembiraan. Jadikan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan antar sesama warga,” katanya.
Kapolda yang dikenal sebagai pecinta sepak bola dan menjagokan tim nasional Argentina itu mengatakan, kegiatan nobar juga menjadi salah satu sarana membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan yang bersifat santai dan penuh kebersamaan tersebut, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan aparat keamanan semakin terjalin dengan baik.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri selalu hadir tidak hanya ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga hadir dalam kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan agar euforia Piala Dunia tidak disalahartikan dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Ia meminta seluruh pendukung negara peserta Piala Dunia untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim favorit masing-masing.
“Saya mengajak seluruh pecinta sepak bola di Papua Tengah untuk mendukung negara favoritnya dengan cara-cara yang baik dan bermartabat. Jangan jadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk saling mengejek, memprovokasi ataupun menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kapolda juga secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konvoi secara berlebihan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan maupun membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Silakan bergembira dan merayakan kemenangan tim yang didukung, tetapi lakukan dengan tertib. Jangan melakukan konvoi yang berlebihan, jangan menggunakan knalpot bising, jangan mengganggu pengguna jalan lainnya dan jangan sampai menimbulkan gangguan kamtibmas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan adalah kebutuhan kita bersama. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman, damai dan kondusif selama berlangsungnya Piala Dunia. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Papua Tengah adalah masyarakat yang cinta damai dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Kapolda juga meminta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta para pendukung tim peserta Piala Dunia untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat agar perayaan sepak bola dunia berlangsung aman dan penuh kegembiraan.
“Saya berharap para tokoh masyarakat dapat membantu mengingatkan generasi muda agar merayakan Piala Dunia dengan cara yang positif. Jadikan sepak bola sebagai alat pemersatu, bukan alat pemecah. Jadikan sepak bola sebagai sarana membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” katanya.
Menutup pesannya, Kapolda berharap kegiatan nobar yang digelar serentak di seluruh wilayah Papua Tengah dapat menjadi wadah kebersamaan yang menghadirkan suasana aman, damai dan penuh semangat persatuan.
“Mari kita sukseskan nobar Piala Dunia 2026 ini dengan semangat persaudaraan. Datang bersama keluarga, sahabat dan masyarakat sekitar. Nikmati pertandingan dengan penuh sportivitas serta bersama-sama menjaga harkamtibmas agar Papua Tengah tetap aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.
WAMENA –11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengikuti Prosesi pengambilan…
Paniai, 12 Juni 2026 – Polda Papua Tengah kembali menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan masyarakat melalui…
Jakarta – Bupati Tolikara, Willem Wandik, menyiapkan pengembangan lahan sawah seluas 300 hektar di Distrik…
Kenyam, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan keagamaan…
Kenyam, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Perhubungan menyalurkan bantuan dana pembangunan…
Jakarta, 12 Juni 2026– Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memperkuat konsep pembangunan pertanian yang sesuai dengan…