PUNCAK – Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu harus dimaknai dengan patroli dan penegakan hukum. Di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Polres Puncak bersama Bhayangkari hadir dengan cara berbeda: membawa bantuan sekaligus mendengarkan langsung suara masyarakat.
Momentum tersebut dilakukan dalam kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Rabu (7/10/2026).
Bhayangkari Cabang Puncak bersama Polres Puncak menyerahkan bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian, Bhayangkari dan masyarakat.
Namun, kegiatan tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Setelah itu, jajaran Polres Puncak dan Bhayangkari berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres Puncak AKBP Domingos DE. F. Ximenes mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar apa yang menjadi harapan mereka.
“Kami datang bukan hanya untuk memberikan bantuan. Kami juga ingin mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat, apa yang menjadi kebutuhan mereka dan persoalan apa yang harus menjadi perhatian kami sebagai aparat kepolisian,” kata Domingos.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat penting dilakukan karena situasi keamanan tidak dapat dibangun hanya dari kantor kepolisian. Keamanan dan ketertiban, kata dia, membutuhkan keterlibatan serta kepercayaan masyarakat.
“Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi masukan bagi kami. Polisi harus hadir, mendengar dan kemudian mengambil langkah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Ketua Bhayangkari Cabang Puncak Ny. Maria Sayori mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat HKGB untuk terus menumbuhkan kepedulian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Bhayangkari bukan hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami datang untuk berbagi sekaligus mendengarkan,” tutur Maria.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang semakin dekat antara Bhayangkari, Polri dan warga di Kabupaten Puncak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Puncak AKP Manase M. Sayori. Suasana berlangsung penuh keakraban, dengan masyarakat dan jajaran kepolisian berinteraksi secara langsung tanpa sekat.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Puncak menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan. Lebih dari itu, polisi ingin hadir untuk mendengar, memahami dan bersama-sama masyarakat mencari solusi, sejalan dengan semangat Polri Bersama Masyarakat.
TIOM –8 Oktober 2026- Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., bersama sejumlah organisasi perangkat daerah…
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta dengan tegas Pemerintah Provinsi Papua…
WAMENA — Anggota DPR Papua Pegunungan meminta pimpinan TNI-Polri segera mengklarifikasi sekaligus menindaklanjuti laporan mengenai…
WAMENA – Tim Panitia Pemeriksaan Tanah A (Panitia A) Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya kembali melaksanakan…
JAYAWIJAYA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah-Langkah Konkret Tim Pengadaan…
NABIRE – Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama 12…