Daerah

FGD Indo-Pasifik: Potensi Papua Menghubungkan Indonesia dengan Pasar Pasifik

JAYAPURA- Pendekatan budaya (kultur) menjadi pintu masuk perdagangan ekonomi antara Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

Dalam Focus Group Discution (FGD) yang dilaksanakan oleh Pusat Kajian Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih pada Jumat (21/3/2025) menampilkan tema “ Indonesia Dalam Pusaran Indo-Pasifik Posisi Strategis Papua”.

Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih, Melyana Ratana Pugu menjelaskan, ekonomi Indonesia memiliki pasaran ke negara-negara pasifik melalui Papua.

Dengan adanya pintu perbatasan Papua dan Papua New Nugini (PNG) dan negara-negara Pasifik, sebenarnya menjadi peluang ekonomi bagi pasar Indonesia. Sebab, dapat meningkatkan pendapatan bagi negara.

“Negara-negara besar seperti Cina, Korea, saat ini menjadikan wilayah pasifik sebagai pasarnya, lalu kenapa Indonesia tidak bisa. Padahal Indonesia mempunyai wilayah Papua yang berbatasan langsung dengan negara-negara Pasifik,” ungkapnya.

Dengan hubungan kekerabatan dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Papua dengan negara-negara Pasifik, sebenarnya menjadi pintu masuk pasar perdagangan barang dan jasa antara Indonesia ke negara-negara Pasifik.

“Ini penting sekali bagaimana kita mengambil isu-isu ekonomi dan perdagangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat mulai dari level yang paling tinggi sampai paling rendah dengan memanfaatkan pasar pasifik sebagai tujuan kita,” ungkapnya.

Kata Pugu, dengan dibukanya pasar dan perdagangan Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua, maka kedepan akan memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat yang ada di tanah Papua.

Diplomasi Budaya

Menurut dosen Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih ini bahwa salah satu hal yang dilakukan oleh warga negara di Indonesia, adalah melakukan diplomasi dan ikut terlibat secara intensif, terkait diplomasi yang dilakukan oleh negara.

Salah satunya adalah menjadi aktor diplomasi, seperti diplomasi perdagangan dan diplomasi budaya. Khusus untuk pedagangan ekonomi di negara pasifik, salah satu yang didorong adalah diplomasi budaya.

“Kita punya ras dan budaya yang sama dengan teman-teman pasifik, sebenarnya menjadi salah satu tolak ukur yang mudah, guna membangun sektor yang lain, salah satunya ekonomi,” kata Pegu.

Dia menyampaikan, dari penjelasan yang disampaikan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin), teryata semua produk bisa di perjual-belikan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

Pugu mempertanyakan kenapa selama ini mengesport barang-barang harus melalui Surabaya, Makassar ke wilayah Pasifik, tetapi pintunya melalui tempat lain.

“Mari kita aktivitaskan pintu masuk ekonomi perdagangan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini, Fiji, Solomon dan lain sebagai melalui Papua,” ujarnya.

Siapkan Regulasi dan Buka Akses Perdagangan

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini menjelaskan, saat ini negara perlu menyiapkan regulasi dan membuka akses pengiriman barang dan jasa ke negara Pasifik melalui Papua.

Menurut Pugu, tidak perlu harus terburu-buru membuka seluruh akses Indonesia ke Pasifik melalui Papua, tetapi bisa dibuka secara pelan-pelan, sambil menentukan barang dan jasa yang perlu dikirimkan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

“Saya kira yang pertama adalah siapkan regulasinya, lalu disosialisasikan, sehingga perdagangan barang dan jasa yang dilakukan oleh Indonesia melalui Papua ke wilayah Pasifik bisa dilakukan dengan baik,” katanya.

Perlu diketahui bahwa Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih bekerjasama dengan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) dan Kementerian Luar Negeri, sehingga terus mendorong kegiatan akademik dan advokasi, guna membuka hubungan kekerabatan Indonesia dan negara-negara di wilayah Pasifik.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kebakaran Hebat Hanguskan 11 Ruko di Pasar Baru Wamena, Polisi Duga Api Berasal dari Lilin yang Digunakan Dekat Penjualan BBM

WAMENA – Kebakaran yang terjadi di Jalan J.B. Wenas, kawasan Pasar Baru Wamena, Kabupaten Jayawijaya,…

2 jam ago

Serah Terima Jabatan Sekda Papua Pegunungan, Elai Giban Tegaskan Komitmen Benahi Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

WAMENA, 28 Oktober 2026 — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok D. Siep,…

3 jam ago

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemprov Papua Pegunungan Ajak Generasi Muda Bangkit, Mandiri, dan Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

WAMENA, 28 Oktober 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda…

5 jam ago

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, RRI Wamena Ajak Generasi Muda Papua Pegunungan Menjadi Patriotik, Gigih dan Berempati

WAMENA – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Wamena menggelar upacara peringatan Hari…

6 jam ago

Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tugas Polri

NABIRE – Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, menegaskan semangat Sumpah Pemuda…

7 jam ago