FGD Indo-Pasifik: Potensi Papua Menghubungkan Indonesia dengan Pasar Pasifik

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana FGD Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih di salah satu hotel di Jayapura, Papua, Jumat (21/3/2025).  Dok Dam/Jubi

Suasana FGD Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih di salah satu hotel di Jayapura, Papua, Jumat (21/3/2025). Dok Dam/Jubi

JAYAPURA- Pendekatan budaya (kultur) menjadi pintu masuk perdagangan ekonomi antara Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

Dalam Focus Group Discution (FGD) yang dilaksanakan oleh Pusat Kajian Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih pada Jumat (21/3/2025) menampilkan tema “ Indonesia Dalam Pusaran Indo-Pasifik Posisi Strategis Papua”.

Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih, Melyana Ratana Pugu menjelaskan, ekonomi Indonesia memiliki pasaran ke negara-negara pasifik melalui Papua.

Dengan adanya pintu perbatasan Papua dan Papua New Nugini (PNG) dan negara-negara Pasifik, sebenarnya menjadi peluang ekonomi bagi pasar Indonesia. Sebab, dapat meningkatkan pendapatan bagi negara.

“Negara-negara besar seperti Cina, Korea, saat ini menjadikan wilayah pasifik sebagai pasarnya, lalu kenapa Indonesia tidak bisa. Padahal Indonesia mempunyai wilayah Papua yang berbatasan langsung dengan negara-negara Pasifik,” ungkapnya.

Dengan hubungan kekerabatan dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Papua dengan negara-negara Pasifik, sebenarnya menjadi pintu masuk pasar perdagangan barang dan jasa antara Indonesia ke negara-negara Pasifik.

“Ini penting sekali bagaimana kita mengambil isu-isu ekonomi dan perdagangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat mulai dari level yang paling tinggi sampai paling rendah dengan memanfaatkan pasar pasifik sebagai tujuan kita,” ungkapnya.

Kata Pugu, dengan dibukanya pasar dan perdagangan Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua, maka kedepan akan memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat yang ada di tanah Papua.

Diplomasi Budaya

Menurut dosen Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih ini bahwa salah satu hal yang dilakukan oleh warga negara di Indonesia, adalah melakukan diplomasi dan ikut terlibat secara intensif, terkait diplomasi yang dilakukan oleh negara.

Salah satunya adalah menjadi aktor diplomasi, seperti diplomasi perdagangan dan diplomasi budaya. Khusus untuk pedagangan ekonomi di negara pasifik, salah satu yang didorong adalah diplomasi budaya.

“Kita punya ras dan budaya yang sama dengan teman-teman pasifik, sebenarnya menjadi salah satu tolak ukur yang mudah, guna membangun sektor yang lain, salah satunya ekonomi,” kata Pegu.

Dia menyampaikan, dari penjelasan yang disampaikan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin), teryata semua produk bisa di perjual-belikan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

Pugu mempertanyakan kenapa selama ini mengesport barang-barang harus melalui Surabaya, Makassar ke wilayah Pasifik, tetapi pintunya melalui tempat lain.

“Mari kita aktivitaskan pintu masuk ekonomi perdagangan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini, Fiji, Solomon dan lain sebagai melalui Papua,” ujarnya.

Siapkan Regulasi dan Buka Akses Perdagangan

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini menjelaskan, saat ini negara perlu menyiapkan regulasi dan membuka akses pengiriman barang dan jasa ke negara Pasifik melalui Papua.

Menurut Pugu, tidak perlu harus terburu-buru membuka seluruh akses Indonesia ke Pasifik melalui Papua, tetapi bisa dibuka secara pelan-pelan, sambil menentukan barang dan jasa yang perlu dikirimkan dari Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Papua.

“Saya kira yang pertama adalah siapkan regulasinya, lalu disosialisasikan, sehingga perdagangan barang dan jasa yang dilakukan oleh Indonesia melalui Papua ke wilayah Pasifik bisa dilakukan dengan baik,” katanya.

Perlu diketahui bahwa Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih bekerjasama dengan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) dan Kementerian Luar Negeri, sehingga terus mendorong kegiatan akademik dan advokasi, guna membuka hubungan kekerabatan Indonesia dan negara-negara di wilayah Pasifik.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

UMKM Papua Tembus Pasar Global Lewat Karya Kreatif Indonesia
Polres Jayawijaya Bergerak Cepat Kendalikan Kerusuhan Bhayangkara Atas
Kapolda Jermias Rontini: Personel Siaga Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan
Gerakan Pangan Murah, Warga Puncak Jaya Antusias Borong Sembako
Kasat Reskrim: Pelaku Pembakaran Hutan Terancam 10 Tahun Penjara
Polisi Buru RB alias Obet, Pelaku Pengeroyokan Brigpol Riccy Kani
Bimtek dan Sertifikasi PBJ: Lanny Jaya Mantapkan Tata Kelola Pengadaan
Buntut Aksi HIPMA-Lani, Pemkab Lanny Jaya Jelaskan Si-Malaya, Bantuan Pendidikan, Temuan Hingga Beasiswa Adalah Kebijakan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIT

UMKM Papua Tembus Pasar Global Lewat Karya Kreatif Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Polres Jayawijaya Bergerak Cepat Kendalikan Kerusuhan Bhayangkara Atas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:26 WIT

Kapolda Jermias Rontini: Personel Siaga Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:07 WIT

Gerakan Pangan Murah, Warga Puncak Jaya Antusias Borong Sembako

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIT

Kasat Reskrim: Pelaku Pembakaran Hutan Terancam 10 Tahun Penjara

Berita Terbaru

superbet   superbet   mrking   mrking   casibom   casinoper   bahisnow   casibom   betgaranti   betgaranti   slotbar   slotbar   onwin   onwin   rexbet   rexbet   casibom