Pendidikan & Budaya

Empat Sekolah di Timika Dipalang Warga, Aktivitas Belajar Terganggu

TIMIKA – Potret pendidikan di Kabupaten Timika, Papua Tengah sedang tidak baik. Kondisi ini menyusul aksi pemalangan empat sekolah di wilayah tersebut, pada Rabu 14 Januari 2026.

Pemalangan menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu. Aksi tersebut dilakukan pihak yang mengatasnamakan pemilik tanah dengan memblokir pagar dan ruang kelas sekolah.

“Pemalangan terjadi pada tiga titik lokasi, yakni SMAN 1 Timika dan SMAN 7 Timika, SMP Negeri 7 Timika, serta SD Inpres Inauga, Sempan Barat,” kata Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona.

Hempy Ona menjelaskan aksi pemalangan dilakukan masyarakat menggunakan gembok dan papan kayu. “Pemalangan dilakukan sejak malam hari sehingga pada pagi harinya guru dan siswa tidak dapat memasuki area sekolah,” sambungnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, aksi pemalangan dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika terkait penyelesaian sengketa tanah dan tindak lanjut SK Bupati Mimika Nomor 121 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Penyelesaian Sengketa Tanah.

Kepolisian Mimika menilai perlu adanya koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Mimika untuk klarifikasi status tanah serta penyelesaian ganti rugi guna mencegah aksi serupa yang dapat berdampak pada dunia pendidikan.

Dari himpunan data, pemalangan di SMAN 1 dan SMAN 7 Timika, dilakukan oleh Abima Sorentow bersama lima orang lainnya. Guru dan siswa yang mulai berdatangan, tidak dapat masuk ke dalam sekolah.

Menurut Abima Sorentow, pemalangan dilakukan karena adanya sengketa tanah yang menurutnya telah digugat dan dimenangkan. Persoalan ini juga telah dilaporkan ke Polda Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa mediasi juga telah dijanjikan oleh pihak penyidik.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah orang tua murid menyampaikan keberatan atas aksi tersebut. Mereka menilai pemalangan sekolah merugikan anak-anak yang ingin mendapatkan pendidikan.

Sejumlah orang tua murid bahkan merobek spanduk dan meminta agar permasalahan tanah diselesaikan melalui Dinas Pendidikan setempat. Sementara beberapa orang tua murid melakukan pembukaan paksa gembok dan pembongkaran palang pintu kelas menggunakan gunting besi.

Untuk di SMP Negeri 7 Timika, pemalangan dilakukan oleh Herlina Nauw bersama pihak lainnya. Ruangan kelas dan kantor guru masih tergembok dan aktivitas belajar belum dapat berjalan.

Di lokasi SD Inpres Inauga, Sempan Barat, pemalangan dilakukan Meki Jitmau bersama keluarga. Guru dan murid dilarang masuk ke area sekolah dan masih tertahan di depan pagar sekolah. Hingga saat ini, pemalangan di beberapa lokasi masih berlangsung dan kegiatan belajar mengajar belum berjalan normal. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas

NABIRE – Puluhan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat mengikuti Lomba Pramuka Saka Bhayangkara yang digelar Direktorat…

12 jam ago

Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam

PUNCAK JAYA – Sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak Jaya terus diperkuat.…

12 jam ago

Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno

MANOKWARI,  – Komisi Informasi (KI) Provinsi Papua Barat mengabulkan sebagian permohonan mempertahankan informasi publik yang…

19 jam ago

RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI

MIMIKA – Dalam rangka mempercepat transformasi pelayanan kesehatan dan mempersiapkan akreditasi rumah sakit, RSUD Elvrida…

2 hari ago

Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green…

2 hari ago

Pemberantasan Kejahatan Terus Digencarkan, Kejari Jayawijaya Musnahkan Barang Bukti dari 59 Kasus yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap

WAMENA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, memusnahkan barang bukti dari 59 perkara…

2 hari ago