Daerah

DPRK Yapen Serahkan Bantuan Payung untuk Penjual Makanan di Pelabuhan

SERUI – Di Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne Serui, di tengah riuh kapal datang dan pergi, tersimpan kisah perjuangan sunyi mama-mama Papua. Setiap hari mereka menggelar dagangan sederhana: papeda, ketupat, nasi bambu, kue, pisang goreng, pinang, hingga air minum. Dari lapak kecil itu, lahir cita-cita besar: menyekolahkan anak-anak hingga mengenakan toga wisuda dan meraih pekerjaan layak.

Pelabuhan bukanlah tempat ramah. Terik matahari membakar, hujan mengguyur tanpa ampun, dan angin laut membawa dingin. Namun semua itu tak pernah menghentikan langkah mama-mama penjual makanan ini. Rupiah demi rupiah ditabung, lapar ditahan, lelah dikubur, demi masa depan anak-anak mereka.

Beberapa di antara mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Anak-anak mama-mama pelabuhan kini berdiri tegak sebagai sarjana, bahkan ada yang menjadi polisi dan tentara. Semua berawal dari doa, air mata, dan kerja keras tangan yang keriput.

Perhatian Wakil Rakyat

Perjuangan itu akhirnya sampai ke telinga Wakil Ketua II DPRK Yapen, Djorge Logianto. Politisi muda Partai Golkar ini mendengarkan langsung keluhan mama-mama penjual makanan dan asongan di pelabuhan Serui.

Sebagai bentuk kepedulian, ia menyerahkan payung jualan kepada kelompok mama-mama Awareng. Payung itu bukan sekadar pelindung dari panas dan hujan, melainkan simbol perhatian, pengakuan, dan harapan bahwa perjuangan mereka tidak dilupakan.

Dengan mata berkaca-kaca, Mama Lenora Aronggear menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih banyak DPR. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang setiap hari berjualan di pelabuhan,” ujarnya lirih.

Harapan Tak Pernah Padam

Mama-mama berharap perhatian seperti ini tidak berhenti di sini. Mereka ingin pemerintah lebih melihat keberadaan penjual makanan dan asongan di pelabuhan Serui, terutama mama-mama Orang Asli Papua yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Djorge Logianto menegaskan apresiasinya atas perjuangan mama-mama. “Saya terharu dan membilang banyak terimakasih. Anak-anak banyak yang berhasil jadi Polisi, Tentara, dan lain sebagainya. Ini kontribusi sumber daya manusia Yapen untuk membangun kabupaten tercinta,” katanya.

Ia juga berjanji akan menyampaikan aspirasi mama-mama kepada pemerintah daerah sesuai kewenangan yang ada.

Kisah mama-mama pelabuhan Serui adalah cermin keteguhan hidup. Dari lapak sederhana lahir sarjana, dari tangan kasar tumbuh masa depan, dan dari hati yang tak pernah menyerah, Papua terus melangkah.

Di tengah hiruk-pikuk pelabuhan, mereka mengajarkan satu pesan moral yang kuat: selama ada kerja keras, doa, dan ketulusan, tidak ada perjuangan yang sia-sia.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas

NABIRE – Puluhan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat mengikuti Lomba Pramuka Saka Bhayangkara yang digelar Direktorat…

1 hari ago

Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam

PUNCAK JAYA – Sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak Jaya terus diperkuat.…

1 hari ago

Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno

MANOKWARI,  – Komisi Informasi (KI) Provinsi Papua Barat mengabulkan sebagian permohonan mempertahankan informasi publik yang…

2 hari ago

RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI

MIMIKA – Dalam rangka mempercepat transformasi pelayanan kesehatan dan mempersiapkan akreditasi rumah sakit, RSUD Elvrida…

2 hari ago

Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green…

3 hari ago

Pemberantasan Kejahatan Terus Digencarkan, Kejari Jayawijaya Musnahkan Barang Bukti dari 59 Kasus yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap

WAMENA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, memusnahkan barang bukti dari 59 perkara…

3 hari ago