Bupati Jayawijaya Minta Maaf dan Tegaskan Komitmen Bangun Daerah

- Penulis

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 10 September 2025 — Di tengah sorotan publik pasca kerusuhan di Kantor Bupati Jayawijaya, Bupati Athenius Murib tampil di hadapan masyarakat dengan sikap terbuka dan penuh tanggung jawab. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya saat insiden terjadi, dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun Jayawijaya secara tulus, profesional, dan berintegritas.

Murib menjelaskan bahwa saat kerusuhan berlangsung, ia sedang menjalankan tugas luar daerah. Aspirasi masyarakat diterima oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, namun sayangnya aksi tersebut berujung pada perusakan honai dan kendaraan dinas Wakil Bupati.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dari 40 distrik. Aspirasi telah diterima langsung oleh Ketua Fraksi DPR, Bapak Wenda, dan akan dibahas lebih lanjut,” ujar Murib.

Dalam pidatonya, Murib menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki mandat sah dari masyarakat di 328 kampung untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun. Ia meminta semua pihak untuk menghormati proses pembangunan dan tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

“Kami sudah bekerja luar biasa dalam 100 hari. Jika gagal, silakan demo. Tapi jika berhasil, akui dengan gentle bahwa kami bekerja,” tegasnya, menyentuh hati banyak warga yang hadir.

Bupati Murib juga secara terbuka meminta Kapolda Papua, Patrige Renwarin, untuk mencopot Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Jayawijaya yang dinilai tidak netral dan diduga terpengaruh oleh “pesan sponsor.”

“Jika tidak dicopot, saya akan lapor ke Kapolri dan Presiden. Kami ingin membangun, bukan merusak,” ucapnya lantang.

Ia mengingatkan bahwa aparat kepolisian harus bekerja dengan hati, jujur, dan mendukung pemerintahan yang sah, bukan membela kepentingan tertentu.

Dalam kesempatan itu, Murib juga memaparkan berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penanganan anak jalanan, peningkatan kebersihan kota, hingga revitalisasi sumber daya manusia.

“Anak-anak yang dulu dibiarkan, kini kami bina. Guru-guru yang tidak hadir, kami evaluasi. SDM yang mati, kami hidupkan kembali,” tutup Murib, menandai semangat baru bagi Jayawijaya.

Aksi dan pernyataan ini menjadi titik balik penting dalam dinamika politik dan sosial Jayawijaya. Di tengah tantangan, suara pemimpin dan rakyat mulai menyatu dalam satu tujuan: membangun masa depan yang lebih baik.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku
Operasi Damai Cartenz-2026 Gelar Razia Senjata Tajam di Nabire
Pemerintah Kabupaten NDUGA melalui RSUD Elvrida Sara Kenyam Siapkan Dokter Spesialis Asli Nduga Melalui Kerja Sama Dengan UGM
Konferensi III APS 2026, Papua Dorong Transformasi “Cerdas, Sejahtera, Harmoni”

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:46 WIT

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:01 WIT

Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:50 WIT

Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku

Berita Terbaru