BRI Gandeng Sinode GKI Tanah Papua Perluas Jangkauan QRIS di Rumah Ibadah

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) terus berupaya memperluas jangkauan layanan transaksi pembayaran digital di rumah ibadah.

Upaya ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Sinode GKI di Tanah Papua terkait penyediaan layanan perbankan dalam penerimaan pembayaran setoran jemaat menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dihadiri Pram Purnama Alam, RCEO BRI Kanwil Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., Ketua Harian Sinode GKI Tanah Papua, serta disaksikan oleh Faturachman, Kepala KPwBI Papua.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman menjelaskan PKS terlaksana Rabu, 4 Juni 2025. Ia berharap kerja sama ini memperkuat pemanfaatan QRIS di rumah ibadah.

“Penandatanganan PKS yang berlangsung di KPwBI Papua merupakan tindak lanjut dari koordinasi dan Sidang Pleno pimpinan wilayah Sinode,” terangnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Faturachman, langkah ini menjadi pijakan penting dalam memperluas QRIS dan menjadi landasan digitalisasi persembahan yang transparan dan akuntabel pada + 2.000 gereja di bawah 70 klasis GKI se-Tanah Papua.

“BI akan terus memfasilitasi dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan akseptasi QRIS sebagai metode transaksi yang cepat, murah, aman, dan andal,” katanya.

BI Papua Catat 14,7 Juta Transaksi di Papua

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman foto bersama usai menyaksikan Penandatanganan PKS antara PT BRI dan Sinode GKI di Tanah Papua. (Bank Indonesia)

Faturachman bilang, QRIS yang diperkenalkan Bank Indonesia sejak 2019 telah menjadi sistem pembayaran digital yang inklusif.

Hingga pertengahan 2025, tercatat 14,7 juta transaksi di Papua, melibatkan 245.857 merchant dan 215.019 pengguna aktif, dengan nilai mencapai Rp1,57 triliun.

Angka ini mencerminkan tumbuhnya adopsi pembayaran digital di Papua. Bank Indonesia meyakini bahwa digitalisasi bukan sekadar modernisasi, tetapi bagian dari inklusi keuangan digital.

Faturachman berharap umat Kristiani di Papua dapat menjadi pelopor perubahan membangun gereja yang terbuka terhadap teknologi demi kesejahteraan bersama.

“Sinergi seperti ini menjadi inspirasi bahwa transformasi digital juga bisa dimulai dari altar pelayanan umat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Achmad

Sumber Berita: Bank Indonesia

Berita Terkait

URC Polda Papua Tengah Amankan Pencuri Televisi di Nabire
Bupati Yoas Beon Tekankan Sinergi OPD dan Puskesmas dalam Aksi Konvergensi Pencegahan dan Pencepatan Penurunan Stunting
KKB Diduga Sandera 9 Perempuan di Jila, Satu Ibu Tewas Ditembak
Komite Eksekutif Papua dan Komnas HAM Bahas Krisis Pengungsi
446 Kantah Terapkan Pengukuran Terjadwal, Layanan Tanah Kini Pasti
Bupati Nduga Pimpin Pengambilan Sumpah Janji Enam Anggota DPRK Jalur Pengangkatan
Pertanian Rusak di Tiga Distrik Akibat Hujan Es, Pemda Lanny Jaya Bergerak Cepat Bentuk dan Turunkan Tim Tanggap Darurat
Pemkab dan DPRK Puncak Jaya Gelar Paripurna, Raperda Perubahan APBD 2026 Resmi Diserahkan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:17 WIT

URC Polda Papua Tengah Amankan Pencuri Televisi di Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:07 WIT

Bupati Yoas Beon Tekankan Sinergi OPD dan Puskesmas dalam Aksi Konvergensi Pencegahan dan Pencepatan Penurunan Stunting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:52 WIT

KKB Diduga Sandera 9 Perempuan di Jila, Satu Ibu Tewas Ditembak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:15 WIT

Komite Eksekutif Papua dan Komnas HAM Bahas Krisis Pengungsi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:31 WIT

Bupati Nduga Pimpin Pengambilan Sumpah Janji Enam Anggota DPRK Jalur Pengangkatan

Berita Terbaru

casibom   betgaranti   betgaranti   slotbar   slotbar   onwin   onwin   rexbet   rexbet   casibom