Yokbet Merauje & Theresia Kowirop: Representasi Kekuatan Perempuan Papua di Ajang Nasional

- Penulis

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA- Putri Indonesia asal Provinsi Papua, Yokbet Merauje dan Putri Indonesia asal Provinsi Papua Selatan, Theresia Shamenta Novianty Kowirop Kaipman telah mewakili tanah Papua di ajang Miss Indonesia 2025.

Meskipun keduanya belum terpilih dan masuk di 16 besar Grand Final Putri Indonesia 2025 yang berlangsung di Covention Center, Jakarta, Sabtu (2/5/2025), namun Theresia, Puteri Indonesia Provinsi Papua Selatan terpilih sebagai Puteri Indonesia Intelegensia 2.

Putri Indonesia 2023 asal Papua, Yunita Alanda Monim mengatakan, Yokbet dan Theresia, merupakan sosok yang sangat membanggakan sebagai perempuan Papua.

Menurut Yunita, keduanya telah menunjukkan kekuatan yang berkelas, kecantikan yang berkarakter, keberanian, bahkan peduli terhadap isu-isu sosial serta budaya Papua.

“Keduanya, baik Yokbet dan Theresia memiliki kekuatan masing-masing dengan latar belakang yang luar biasa,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (3/5/2025).

Miss Asia Indonesia 2020 ini mengatakan, pendidikan dan prestasi lain telah diukir oleh keduanya sejak usia remaja. Hal ini menjadikan Yokbet dan Theresia menjadi sosok perempuan Papua yang melangkah di ajang Putri Indonesia 2025.

Keduanya sama-sama memiliki visi dan komitmen untuk membangun Papua dan Papua Selatan ke arah yang lebih baik dalam dari berbagai aspek kehidupan, termasuk sumber daya manusia (SDM).

“Ini menjadikan keduanya menjadi sosok Puteri Indonesia asal tanah Papua yang sangat berkelas dan membagakan,” ujar Yunita.

Pembinaan yang lebih Intensif

Berkaca pada perjuangan mereka di Putri Indonesia 2025, Putri Sulamit Indonesia Papua 2016-2019 ini menyampaikan, perlu adanya pembinaan yang lebih intensif sejak awal, baik dalam hal publik speaking atau kemampuan berbicara, pemahaman budaya lokal dan nasional.

Selain itu, perlu dilakukan pelatihan dalam etika, kepribadian dan wawasan yang global, sebab ada kriteria yang harus diperhatikan dalam mengikuti Putri Indonesia, yakni:

Pertama, Beuty (kecantikan), menilai penampilan fisik peserta, termasuk postur tubuh, kulit, gigi, dan cara berpakaian.

Kedua, Brain (kecerdasan), mengukur wawasan umum, kemampuan berbicara dan pengetahuan peserta dalam berbagai isu.

Ketiga, Behavior (perilaku), menilai sikap, etika dan cara peserta berinteraksi dengan orang lain.

“Dalam beberapa edisi terakhir, aspek tambahan, seperti advokasi sosial dan lingkungan juga menjadi perhatian,” jelas Yunita.

Duta Bahasa dan Duta Bahari 2018 ini membeberkan bahwa proses seleksi para puteri akan mengikuti berbagai tantangan, seperti catwalk, sesi tanya jawab (motion challenge) dan malam bakat seni budaya, yang semuanya dirancang untuk menguji ketika aspek tersebut secara menyuluruh.

“Dengan demikian, untuk menjadi Puteri Indonesia, seseorang peserta harus menunjukkan keseimbangan antara kecantikan fisik, kecerdasan, perilaku yang baik dan kemampuan berkontribusi positif bagi masyarakat,” kata Yunita.

Bagi Yunita, standar kecantikan adalah ideal dan tidak sempit serta ekslusif. Dalam konteks Puteri Indonesia, kecantikan tidak hanya dilihat dari penampilan fisik saja, tetapi juga mencakup keunikan karakter, kecerdasan, kepribadian dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif seperti di Papua.

“Semua perempuan Indonesia, tanpa memandang asal usul, memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan menginspirasi,” ucap Duta Humas Polda Papua 2016 itu.

Pemda Harus Proaktif Berikan Dukungan

Yunita meminta pemerintah daerah di Papua, agar lebih proaktif dalam memberikan dukungan terhadap calon Puteri Indonesia yang berasal dari masing-masing provinsi di Papua.

Salah satunya adalah melibatkan mereka dalam kegiatan sosial, budaya, dan kegiatan edukatif di daerah.

Hal ini akan membentuk mereka menjadi sosok sole model yang mampu menginspirasi masyarakat, sekaligus membantu menjalankan program-program pemerintah daerah (pemda) di Papua.

“Pembinaan yang terarah sangat penting. Pemda dapat menyediakan pelatihan dengan menghadirkan mentor professional di bidang kemampuan berbicara, kepribadian dan advokasi sosial,” ujar Duta Wisata Papua 2016 itu.

Kata Yunita, promosi budaya lokal harus diperkuat, agar para puteri dapat membwa identitas daerah mereka ke panggung nasional maupun internasional.

“Kerja sama dengan lembaga pendidikan dan sektor swasta perlu ditingkatkan untuk membuka lebih banyak peluang pengembangan diri bagi para calon puteri daerah, baik dari sisi akademik maupun non akademik,” ungkap perempuan kelahiran Sentani, 17 Juni 1997 itu.

Yunita berharap, Putri Indonesia dari Papua kedepan dapat menjadi symbol kekuatan perempuan dari timu Indoensia yang berdaya, percaya diri, berbudaya, tangguh dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai perempuan Papua, ada tanggung jawab moral untuk melestarikan kekayaan budaya dan menunjukkan keoada dunia bahwa Papua memiliki potensi yang luar biasa.

Oleh karena itu, Putri Indonesia dari papua harus mampu membawa misi budaya papua dan menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda, terutama perempuan, agar terus percaya diri, bermimpi besar dan bangga menjadi bagian dari tanah Papua.

“Dia (Putri Indonesia) kedepan tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga meningkatkan nilai-nilai luhur Papua, yakni menjaga budaya, alam dan kemanusiaan,” harapnya.

“Teruslah melangkah dengan semangat, karena masa depan Papua ada di tangan perempuan. Kalian (perempuan) adalah harapan, suara, dan wajah aru tanah Papua di masa depan,” tutupnya. (Redaksi).

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Bupati Aletinus Yigibalom dan Wabup Fredi Tabuni Resmi Letakkan Batu Pertama Pastori Kondena
Jalur Jayawijaya–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, Pemerintah Bergerak Cepat Pulihkan Akses
Apel Pagi ASN Papua Pegunungan, Wasuok Siep Ingatkan Pentingnya Konsistensi Kehadiran
Tak Sekadar Lomba! Balap Motor Tempel Satukan Polisi dan Masyarakat di Pantai Nabire
Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Papua Mantapkan Arah Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
Bupati Aletinus Yigibalom: Musrenbang Jadi Fondasi RKPD 2027 Kabupaten Lanny Jaya yang Tepat Sasaran
Wabup FGT Turlap Ke Kantor Distrik Tiom Neri, Tekankan Pentingnya Pelayanan Pada Masyarakat
Dampingi Wapres Gibran Ke Tanah Papua, Wamendagri Ribka Beberkan Progres Signifikan Pembangunan DOB

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:52 WIT

Bupati Aletinus Yigibalom dan Wabup Fredi Tabuni Resmi Letakkan Batu Pertama Pastori Kondena

Kamis, 23 April 2026 - 15:29 WIT

Jalur Jayawijaya–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, Pemerintah Bergerak Cepat Pulihkan Akses

Kamis, 23 April 2026 - 15:13 WIT

Apel Pagi ASN Papua Pegunungan, Wasuok Siep Ingatkan Pentingnya Konsistensi Kehadiran

Kamis, 23 April 2026 - 14:53 WIT

Tak Sekadar Lomba! Balap Motor Tempel Satukan Polisi dan Masyarakat di Pantai Nabire

Kamis, 23 April 2026 - 14:08 WIT

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Papua Mantapkan Arah Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Berita Terbaru