MRP Papua Tengah Dorong Gubernur Hadirkan Paslon untuk Rekonsiliasi di Puncak Jaya

- Penulis

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Jaya, 9 April 2025 – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menegaskan bahwa kedua pasangan calon (paslon) Bupati Puncak Jaya harus bertanggung jawab atas konflik pasca Pilkada yang telah menelan korban jiwa dan memicu kerusakan besar di wilayah tersebut.

Konflik yang terjadi antara pendukung paslon nomor urut 1, Yuni Wonda – Mus Kogoya, dan paslon nomor urut 2, Miren Kogoya – Mendi Wonorengga, telah mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, lebih dari 600 orang luka-luka, serta ratusan rumah terbakar. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat perang yang berulang kali terjadi.

Desakan untuk Perdamaian

Agustinus mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk segera menghadirkan kedua paslon ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, guna menyelesaikan konflik yang terus berlanjut. Ia menilai bahwa kunci perdamaian ada di tangan kedua paslon, bukan semata-mata pada pemerintah daerah atau aparat keamanan.

“Kedua paslon harus hadir di Mulia untuk menyelesaikan masalah ini. Jika mereka tidak mau datang, maka harus diambil tindakan tegas, bahkan dengan cara paksa, demi menyelamatkan rakyat Puncak Jaya,” ujar Agustinus.

Korban Terus Berjatuhan

Agustinus menyoroti bahwa konflik ini telah memakan korban jiwa dan menguras sumber daya pemerintah daerah dalam upaya mendamaikan kedua kubu. Ia juga mengkritik kedua paslon yang dinilai tidak menghargai upaya perdamaian yang dilakukan oleh Pj Bupati Puncak Jaya, TNI, dan Polri.

Tegas dan Tidak Main-Main

Sebagai pimpinan lembaga kultur, Agustinus mendukung penuh langkah tegas untuk menghadirkan kedua paslon ke Mulia. “Paslon bupati tidak boleh bersembunyi di Jakarta atau daerah lain. Mereka harus bertanggung jawab atas pengorbanan nyawa dan kerugian yang terjadi,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kepentingan sesaat yang hanya memperburuk situasi. “Kedamaian adalah hal yang paling penting untuk menyelamatkan rakyat kecil yang menjadi korban konflik ini,” pungkasnya.

Dengan dukungan dari MRP, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, diharapkan konflik ini dapat segera berakhir, sehingga masyarakat Puncak Jaya dapat kembali hidup dalam damai.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru