Kekeringan Parah Lumpuhkan Jalur Sungai Lokom, Pemkab Yahukimo Siapkan 1.800 Ton Beras untuk Ketahanan Pangan Hingga Akhir 2026

- Penulis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Papua Pegunungan — Pemerintah Kabupaten Yahukimo menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat di enam distrik yang terdampak kekeringan. Bantuan berupa beras, mi instan, serta dukungan biaya transportasi tersebut diserahkan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (10/9/2026).

Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miran, S.IP., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi keterbatasan bahan pangan akibat kondisi kekeringan.

“Hari ini kami bersyukur karena bisa berada di Wamena untuk menyerahkan bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Esau.

Enam distrik yang menjadi sasaran penyaluran bantuan yakni Distrik Kurima, Mugi, Tangma, Yogosem, Werima, dan Ukha.

Total bantuan beras yang disiapkan mencapai 13 ton, dengan alokasi berbeda sesuai jumlah penduduk di masing-masing distrik. Untuk sejumlah distrik disalurkan sekitar dua ton, sementara Distrik Kurima mendapatkan tiga ton karena memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak.

Selain beras, pemerintah juga menyalurkan mi instan dan menyediakan biaya transportasi agar bantuan dapat dibawa hingga ke wilayah masyarakat penerima.

Esau menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan di tengah kendala distribusi akibat kondisi Sungai Lokom yang mengering sehingga akses transportasi sungai tidak dapat digunakan.

“Kami mengalami kendala karena Sungai Lokom kering dan kapal tidak bisa masuk. Stok sembako juga terbatas, sehingga kami berusaha menyiapkan sembako dari Wamena untuk wilayah yang masih bisa dijangkau melalui jalur darat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya juga telah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di ibu kota Yahukimo, Dekai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memiliki persediaan pangan yang cukup dalam menghadapi kondisi kekeringan dalam beberapa bulan ke depan.

Pemkab Yahukimo, lanjut Esau, telah menyiapkan sekitar 1.800 ton beras melalui program ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2026, khususnya di wilayah yang dapat dijangkau.

Namun, distribusi ke sejumlah distrik yang hanya dapat dijangkau melalui penerbangan masih menghadapi kendala. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan keamanan yang berdampak terhadap operasional penerbangan di beberapa wilayah Yahukimo.

“Untuk distrik-distrik yang tidak bisa kami jangkau dengan penerbangan, sampai sekarang masih mengalami kesulitan. Untuk sementara kami menjangkau ibu kota Dekai dan wilayah Kurima serta beberapa distrik yang masih bisa dijangkau melalui transportasi darat,” jelas Esau.

Ia menambahkan, penerbangan ke beberapa distrik secara bertahap mulai kembali dilakukan di wilayah yang dinilai aman. Namun, penerbangan bersubsidi masih belum sepenuhnya kembali beroperasi, sementara penerbangan charter masih memungkinkan untuk melayani sejumlah wilayah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga melibatkan kepala distrik, anggota DPRK dari daerah pemilihan terkait, pemerintah kampung, tokoh gereja, serta masyarakat dalam proses pendistribusian bantuan.

Esau berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Kami berharap bantuan yang kami serahkan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Semua pihak harus berkolaborasi untuk membantu masyarakat melewati situasi sulit ini,” katanya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan kembali turun sehingga masyarakat dapat kembali berkebun dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui aktivitas bercocok tanam.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat
Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan
Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena
Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIT

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIT

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru