Wamena, 27 Juli 2026 – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta penataan ruang daerah. Pada Senin (27/7/2026), tim Panitia “A” Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan lapangan terhadap salah satu bidang tanah yang diperuntukkan bagi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di wilayah Gunung Susu.
Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Kepala Distrik setempat, serta masyarakat. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan seluruh proses verifikasi fisik, penunjukan batas, dan kepastian status hukum pertanahan berjalan secara transparan serta akuntabel.
Pemeriksaan tanah oleh Panitia “A” ini menjadi langkah yang sangat krusial dalam mendukung kelancaran pembangunan KIPP. Selain memberikan kepastian hukum dan kepemilikan atas tanah yang akan digunakan untuk sarana pemerintahan, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor antara instansi pertanahan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, sehingga penataan ruang serta pengembangan kawasan pusat pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan dapat terwujud secara berkelanjutan dan minim potensi kendala di kemudian hari.
Keterlibatan aktif elemen pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat juga menjadi bentuk nyata transparansi publik serta penghormatan terhadap kearifan lokal dalam setiap proses pengadaan tanah. Pendekatan persuasif dan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan kepemilikan bersama, sehingga tahapan pembangunan KIPP ke depan dapat berjalan kondusif demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya.
Melalui pelaksanaan tugas lapangan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya terus berupaya memberikan pelayanan pertanahan yang optimal dan profesional demi mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.
Penulis : Humas Kantah jayawijaya
Penulis : Gin
Editor : Buendi
Sumber Berita: Humas Kantah jayawijaya















