Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dorong Percepatan Dapur MBG di Delapan Kabupaten

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 8 Mei 2026 — Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai melakukan pertemuan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Papua Pegunungan dalam rangka mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol serta jajaran perwakilan Badan Gizi Nasional.

Velix Wanggai menegaskan bahwa kehadiran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua bertujuan memastikan program prioritas Presiden, khususnya Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh anak-anak di Tanah Papua, terutama di Papua Pegunungan.

Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada penanganan stunting dan peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui rantai pasok pangan lokal dan pembangunan dapur MBG di berbagai wilayah Papua Pegunungan.
“Target kita di Tanah Papua cukup besar, yakni 2.472 dapur MBG. Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai ratusan ribu anak, maka dibutuhkan langkah-langkah percepatan yang bersifat terobosan, baik dari sisi regulasi, waktu, pola pengelolaan maupun penyesuaian terhadap kondisi geografis dan sosial di Papua,” ujar Velix.

Ia menambahkan bahwa konsep yang didorong adalah “MBG rasa Papua” atau MBG kontekstual Papua, sehingga pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan budaya masyarakat setempat.
Velix juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, gereja, yayasan, koperasi, komunitas hingga mitra investor dalam mendukung pembangunan dapur MBG. Selain itu, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama mama-mama Papua dan generasi muda.

“Dalam satu dapur diperkirakan dapat menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal. Mama-mama bisa bekerja, anak-anak muda Papua juga dapat dilibatkan untuk mengelola dapur secara mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga mendekatkan pasar bagi hasil pertanian masyarakat Papua.

“MBG jangan hanya dilihat sebagai program makan gratis, tetapi sebagai cara mendekatkan pasar dan off taker bagi hasil pertanian masyarakat seperti tomat, kol, kentang, daging maupun hasil kebun lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyampaikan bahwa program MBG sangat tepat diterapkan di Papua Pegunungan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil.
Ia mengungkapkan bahwa secara budaya dan kondisi sosial, masih banyak anak-anak di pedalaman yang berangkat sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan makanan dalam keluarga.

“Di daerah pedalaman, banyak anak berjalan kaki berkilo-kilo menuju sekolah dalam kondisi perut kosong. Saya sendiri lahir dan besar dalam kondisi seperti itu. Karena itu program MBG ini sangat cocok dan sangat dibutuhkan masyarakat di pedalaman,” ujar Ones.

Menurutnya, persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan MBG sebelumnya lebih disebabkan oleh kesalahan informasi yang berkembang di masyarakat. Namun, melalui pendekatan dan sosialisasi yang baik, masyarakat kini mulai menerima dan mendukung program tersebut.
Ones juga menilai kehadiran dapur MBG mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi mama-mama Papua. Hasil kebun seperti sayur dan buah kini dapat langsung dibeli oleh dapur MBG tanpa harus dibawa jauh ke pasar.

“Sekarang mama-mama tidak perlu lagi khawatir sayur tidak laku di pasar. Mereka cukup membawa hasil kebun ke dapur MBG, dibeli di situ, lalu kembali ke kebun lagi. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain itu, program MBG juga dinilai mampu memberdayakan generasi muda Papua melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan dapur dan sistem distribusi pangan di daerah.

Di akhir pertemuan, Ones Pahabol berharap percepatan pembangunan dapur MBG di delapan kabupaten Papua Pegunungan dapat segera dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu terlalu lama, sehingga manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat luas.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Bupati Nduga Siapkan Generasi Dokter Spesialis Asli Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan RS Universitas Hasanuddin dan UGM
Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas
Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri
Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya
Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan
Polres Intan Jaya Awasi Ketat Distribusi Beras Bulog dan Minyak Kita ke Sugapa
Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polda Papua Bergerak Cepat Amankan Situasi
Plt Kapolres Puncak Jaya Bersama TNI Gelar Patroli Dialogis Jalan Kaki di Distrik Mulia

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:16 WIT

Bupati Nduga Siapkan Generasi Dokter Spesialis Asli Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan RS Universitas Hasanuddin dan UGM

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:42 WIT

Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:55 WIT

Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:08 WIT

Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:09 WIT

Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan

Berita Terbaru