Festival Sagu: Antara Tantangan & Harapan

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Oleh: Yoseph S. Ukago, SH., M.Si.)

Jayapura, April 2026 – Festival Sagu yang digelar di Jayapura pada akhir April 2026 menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali peran strategis sagu bagi masyarakat Papua. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang budaya, tetapi juga pengingat kuat bahwa sagu merupakan identitas, sumber pangan utama, serta warisan leluhur yang telah menopang kehidupan masyarakat Papua selama berabad-abad.

 

Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk kembali menghargai sagu sebagai pangan lokal yang sehat, bernilai ekonomi, serta memiliki makna sosial yang mendalam dalam kehidupan adat. Berbagai kegiatan seperti pameran olahan sagu, pertunjukan budaya, hingga diskusi tentang ketahanan pangan lokal turut memperkaya pemahaman publik terhadap pentingnya komoditas ini.

 

Namun demikian, di balik semangat pelestarian tersebut, sagu kini menghadapi tantangan serius. Ketersediaan lahan dan kebun sagu semakin terancam akibat alih fungsi lahan yang masif. Sejumlah dusun sagu dilaporkan telah beralih menjadi kawasan perumahan, perkebunan kelapa sawit, hingga masuk dalam proyek-proyek pembangunan berskala besar.

 

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada berkurangnya pohon sagu, tetapi juga mengancam keberlangsungan budaya, sumber penghidupan masyarakat adat, serta kedaulatan pangan Papua. Jika tidak dikendalikan, kerusakan ekosistem sagu berpotensi menimbulkan krisis yang lebih luas, baik secara sosial maupun lingkungan.

 

Karena itu, Festival Sagu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi titik awal gerakan kolektif untuk melindungi kawasan sagu melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat, perlindungan lahan pangan lokal, serta pengawasan ketat terhadap izin investasi yang berpotensi merusak ekosistem.

 

Menjaga sagu berarti menjaga identitas, kehidupan, dan masa depan Papua. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi agar warisan berharga ini tetap lestari dan menjadi fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah
BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat
Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya
Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan
Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo
Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo
Ketua TP-PKK Nduga Ny. Replina K. Beon Pimpin Pertemuan Rutin Bulanan, Tegaskan Konsistensi Jalankan 10 Program Pokok PKK untuk Kesejahteraan Keluarga
Kapolres Jayawijaya Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Miras, Wanita Muda Ditangkap di Hom-Hom

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:20 WIT

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 06:09 WIT

BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat

Kamis, 24 September 2026 - 06:00 WIT

Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya

Rabu, 23 September 2026 - 17:27 WIT

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

Rabu, 23 September 2026 - 16:57 WIT

Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

Berita Terbaru