Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Dukung FOLU Net Sink 2030

- Penulis

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 22 April 2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menegaskan komitmennya dalam mendukung program Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 sebagai bagian dari implementasi target nasional untuk meningkatkan serapan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang digelar di Hotel Baliem Pilamo pada tanggal 21-22 April 2026. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari delapan kabupaten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur John Tabo menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Kami menyambut baik program ini dan berkomitmen melaksanakan kebijakan pemerintah pusat agar hutan dan lingkungan di Papua Pegunungan tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kuatnya nilai budaya masyarakat pegunungan yang secara turun-temurun menjaga alam. Menurutnya, masyarakat memiliki kearifan lokal yang melarang pembakaran hutan dan perusakan lingkungan secara sembarangan, sehingga kasus kebakaran hutan besar relatif jarang terjadi di wilayah tersebut.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah pusat, khususnya dalam hal pembiayaan dan program reboisasi untuk memulihkan kawasan hutan yang telah dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Kami butuh dukungan penuh, terutama untuk reboisasi hutan yang telah dibuka. Selain itu, pengawasan juga perlu diperkuat, termasuk menghidupkan kembali fungsi pengamanan hutan seperti dulu,” katanya.

Gubernur juga mengusulkan pemanfaatan teknologi modern dalam memantau aktivitas di kawasan hutan, serta pembentukan kelembagaan di tingkat daerah untuk mendukung implementasi program FOLU Net Sink 2030. Ia optimistis masyarakat akan turut berperan aktif, mengingat budaya menanam pohon sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kehutanan RI, Haruni Krinawati, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan komitmen nasional dengan implementasi di tingkat daerah.

“Hari ini kami bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melaksanakan sosialisasi, dan besok akan dilanjutkan dengan workshop penyusunan rencana kerja sub nasional FOLU Net Sink 2030,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor kehutanan memiliki kontribusi besar dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, dengan sekitar 60 persen target penurunan emisi gas rumah kaca bertumpu pada sektor FOLU (Forestry and Other Land Use).

Menurutnya, Papua Pegunungan memiliki potensi besar karena kondisi hutannya yang masih relatif baik, dengan tingkat kelestarian mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu benteng penting dalam menjaga hutan tropis Indonesia.

“Dengan kondisi hutan yang masih terjaga, Papua Pegunungan berpotensi menjadi salah satu daerah percontohan (champion) dalam pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, hingga media.

 

Melalui penyusunan rencana kerja sub nasional, diharapkan pembangunan di Papua Pegunungan dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara aspek ekologis, ekonomi, dan sosial.

“Kami optimistis, dengan sinergi semua pihak, Papua Pegunungan tidak hanya mampu mendukung target nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional di bidang lingkungan dan perubahan iklim,” tutupnya.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Velix Wanggai Ketua Komite Eksekutif Papua: Kunjungan Mendadak ke Dekai,  Wakil Presiden Dorong Pembangunan Yahukimo Terpadu
Dari Sungai Menjadi Cahaya: Puncak Jaya Wujudkan Energi Mandiri
Naftali Kobepa Lawan Sikap Diam Gubernur Papua Tengah di PTUN
Bupati Aletinus Yigibalom dan Wabup Fredi Tabuni Resmi Letakkan Batu Pertama Pastori Kondena
Jalur Jayawijaya–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, Pemerintah Bergerak Cepat Pulihkan Akses
Apel Pagi ASN Papua Pegunungan, Wasuok Siep Ingatkan Pentingnya Konsistensi Kehadiran
Tak Sekadar Lomba! Balap Motor Tempel Satukan Polisi dan Masyarakat di Pantai Nabire
Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Papua Mantapkan Arah Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:43 WIT

Velix Wanggai Ketua Komite Eksekutif Papua: Kunjungan Mendadak ke Dekai,  Wakil Presiden Dorong Pembangunan Yahukimo Terpadu

Jumat, 24 April 2026 - 08:04 WIT

Dari Sungai Menjadi Cahaya: Puncak Jaya Wujudkan Energi Mandiri

Jumat, 24 April 2026 - 06:32 WIT

Naftali Kobepa Lawan Sikap Diam Gubernur Papua Tengah di PTUN

Kamis, 23 April 2026 - 18:52 WIT

Bupati Aletinus Yigibalom dan Wabup Fredi Tabuni Resmi Letakkan Batu Pertama Pastori Kondena

Kamis, 23 April 2026 - 15:29 WIT

Jalur Jayawijaya–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, Pemerintah Bergerak Cepat Pulihkan Akses

Berita Terbaru