Puncak Jaya Beraksi: Cegah HIV/AIDS, Wujudkan Generasi Sehat

- Penulis

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mulia, Sabtu, 8 November 2025 — Dalam upaya menekan angka penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja dan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan massal di SMA Negeri 1 Mulia dan SMK Negeri 1 Mulia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Peduli HIV/AIDS Kabupaten Puncak Jaya dengan tema “Setetes Darah untuk Generasi Sehat.” Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap bahaya HIV/AIDS, pentingnya deteksi dini, serta mengajak generasi muda untuk hidup sehat, peduli, dan bebas stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, Nelson Wonda, S.T., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman HIV/AIDS.

“Kami ingin memastikan generasi Puncak Jaya tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah. Melalui penyuluhan dan pemeriksaan ini, kami berharap para siswa mengetahui status kesehatannya sejak dini agar dapat menjaga diri dan orang lain,” ujar Nelson Wonda.

Lebih lanjut, Nelson menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di beberapa distrik, antara lain Distrik Ilu, Distrik Torere, Distrik Fawi, dan Distrik Tingginambut, dengan sasaran utama pelajar SMA, SMK, SMP, serta masyarakat umum. Selain pemeriksaan HIV, turut dilakukan skrining penyakit Tuberkulosis (TB) dan Malaria sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit menular di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus HIV saat ini mencapai sekitar 23.535 kasus, dengan Kabupaten Puncak Jaya menyumbang sekitar 996 kasus. Kelompok usia 15–20 tahun tercatat sebagai kelompok dengan kasus tertinggi. Oleh karena itu, edukasi dan pemeriksaan di sekolah menjadi langkah strategis dalam menekan angka penularan sejak dini.

Selain kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan, Tim Peduli HIV/AIDS juga memperkenalkan
Program Inovatif : “Strategi Laba Laba” di Puskesmas Ilu, yaitu inovasi pelacakan aktif bagi pasien yang terindikasi HIV, TB, atau Malaria. Melalui program ini, setiap pasien yang datang akan diperiksa secara menyeluruh agar dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat dan berkelanjutan.

Ketua Tim Peduli HIV/AIDS Kabupaten Puncak Jaya, dr. Metty Wonda, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan HIV/AIDS, tetapi juga bertujuan menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

“Kami ingin mengajak adik-adik untuk tidak menilai seseorang dari penampilan atau kondisi fisiknya. Jangan memberi stigma, karena hal itu membuat penderita takut memeriksakan diri. Kita harus saling mendukung agar semua berani mengetahui status kesehatannya,” ungkap dr. Metty.

Sementara itu, dr. Selvi S.P, M.Kes anggota Tim Peduli HIV/AIDS, menambahkan bahwa sebagian besar penderita HIV di Puncak Jaya berasal dari kelompok usia produktif, yakni 15 tahun ke atas. Oleh sebab itu, ia mengimbau para pelajar untuk menjaga diri dari pergaulan bebas serta lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan dari SMA Negeri 1 Mulia dan SMK Negeri 1 Mulia menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim Peduli HIV/AIDS Kabupaten Puncak Jaya atas edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang sangat bermanfaat bagi para siswa.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Tim Peduli HIV/AIDS. Kegiatan ini membuka wawasan kami untuk hidup sehat dan berani memeriksakan diri. Tuhan Yesus memberkati,” ujar perwakilan sekolah.

Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan ini akan berlanjut hingga peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia pada 27–28 November 2025, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dalam mencapai target 90-90-90, yakni:

-90% masyarakat mengetahui status HIV-nya;
-90% dari yang positif mengakses pengobatan; dan
-90% dari yang menjalani pengobatan mencapai tingkat virus tidak terdeteksi (viral load rendah).
-90% dari penduduk penduduk mengetahui Status Hiv

Dengan semangat “Selamatkan Generasi Puncak Jaya: Sisa dari yang Tersisa,” Dinas Kesehatan melalui Tim Peduli HIV/AIDS Kabupaten Puncak Jaya berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan masyarakat, sehingga setiap generasi memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat.

Penulis : Indah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku
Operasi Damai Cartenz-2026 Gelar Razia Senjata Tajam di Nabire
Pemerintah Kabupaten NDUGA melalui RSUD Elvrida Sara Kenyam Siapkan Dokter Spesialis Asli Nduga Melalui Kerja Sama Dengan UGM
Konferensi III APS 2026, Papua Dorong Transformasi “Cerdas, Sejahtera, Harmoni”

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:46 WIT

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:01 WIT

Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:50 WIT

Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku

Berita Terbaru