Selamat Tapi Kehilangan: Warga Sarawandori Bertahan di Tengah Longsor

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serui, Kepulauan Yapen — Pagi yang tenang di Kampung Sarawandori Satu, Distrik Kosiwo, berubah menjadi kepanikan saat tanah longsor menerjang dua titik pemukiman warga, Selasa (26/08/2025) pukul 06.30 WIT. Meski tak ada korban jiwa, bencana ini meninggalkan luka mendalam: dua rumah rusak berat, tiga lainnya mengalami kerusakan sedang, dan akses jalan lumpuh total.

Longsor yang melanda RT 1 dan RT 2 disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah kampung tersebut. Warga hanya bisa bersyukur karena kejadian berlangsung pagi hari, saat semua penghuni rumah masih terjaga.

“Kami sangat bersyukur karena semua keluarga selamat. Kejadian ini sangat mendadak, tapi kami bersyukur karena semua selamat,” ujar Obaja, salah satu warga yang rumahnya terdampak.

Namun, di balik rasa syukur, tersimpan harapan besar. Masyarakat meminta bantuan dari pemerintah daerah dan provinsi, terutama alat berat untuk membersihkan timbunan longsor berupa karang dan batu yang memutus jalur vital antara Kampung Sarawandori Satu dan Dua.

“Kampung kami juga merupakan tujuan wisata. Jika akses terputus, tentu akan berdampak pada perekonomian warga,” ungkap tokoh masyarakat Pdt. Lukas Takanyuai.

Pemerintah daerah telah merespons cepat dengan mengirim dua unit alat berat ke lokasi. Namun, tantangan belum selesai. Jaringan listrik PLN di Sarawandori Satu dan Dua juga terputus akibat longsor, menambah beban warga yang kini hidup dalam gelap dan keterbatasan.

Kini, masyarakat Sarawandori menanti uluran tangan lebih lanjut. Bukan hanya untuk membangun kembali rumah mereka, tapi juga untuk memulihkan harapan yang sempat terkubur bersama batu-batu longsor.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru