Neniat Pahabol: “Otsus dan DOB untuk Siapa Sebenarnya?”

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena – Sebuah ironi menyelimuti hasil seleksi CPNS 2024 di Papua Pegunungan. Dari kuota nasional sebanyak 1.000 formasi yang dijanjikan oleh pemerintah pusat, 80 persen atau 800 formasi diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP), dan 20 persen atau 200 formasi untuk non-OAP yang lahir dan besar di Wamena (Labewa). Namun kenyataannya, hanya 25 dari kuota 200 non-OAP yang berhasil lolos, sementara sebagian besar kuota OAP pun tidak terisi.

Menurut kesepakatan dan hasil koordinasi dengan Kementerian PAN-RB, mekanisme perekrutan menggunakan sistem peringkat (ranking) dan nilai ambang batas hanya diberlakukan untuk kelompok non-OAP. Akibat kebijakan ini, banyak formasi dinas (OPD) yang kini kosong dan belum jelas akan dialokasikan ke mana.

Dalam orasinya yang penuh keprihatinan dalam demo beberapa hari lalu, Neniat Pahabol menyatakan, “Apakah ini bentuk permainan negara untuk mempermalukan dan mendiskreditkan Orang Papua? Kami dicap tidak mampu, terbelakang, dan bodoh. Lalu kehadiran provinsi baru dan Otsus sebenarnya untuk siapa?”tegasnya

Pahabol juga menyinggung bahwa diskriminasi struktural dan masif kian nyata, bahkan para pemimpin lokal dinilai tunduk pada kekuatan luar yang justru menindas rakyatnya sendiri.

Ia menegaskan bahwa tujuan hadirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) seharusnya untuk memberdayakan OAP Pegunungan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Otsus.

Menanggapi kekecewaan publik, Penjabat Sekda Papua Pegunungan, Wasuok D. Siep menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan kembali terhadap komposisi kuota 80 persen untuk pribumi dan 20 persen untuk Labewa. “Kami akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Papua Pegunungan untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebelum proses ini ditinjau ulang, seleksi SKB belum akan dilanjutkan,” ujarnya.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga
Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya
Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional
Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan
Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Korban Penganiayaan Berat di Dogiyai, Aipda Agus Sugianto Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk Penanganan Medis Lanjutan
Polda Papua Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pelayanan Humanis

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:17 WIT

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:10 WIT

Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:53 WIT

Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:39 WIT

Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIT

Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan

Berita Terbaru