Categories: Uncategorized

30 Tahun Mengabdi, TTujuh Guru Legendaris Lanny Jaya Diganjar Penghargaan

TIOM, 25 November 2025 — Halaman Kantor Bupati Lanny Jaya berubah menjadi lautan semangat dan kebanggaan saat lebih dari seribu guru dari seluruh penjuru kabupaten berkumpul untuk memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang tidak hanya merayakan profesi mulia para pendidik, tetapi juga mengangkat isu-isu penting seputar perlindungan dan kesejahteraan guru di Indonesia.

Hadirnya Para Tokoh Penting

Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd., didampingi oleh Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni, ST, Sekda Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si, Bunda PGRI Helena T. Yigibalom, Ketua GOW Berlinda Tabuni, S.KM, Ketua PGRI Lanny Jaya Resmin Kogoya, S.Pd., M.Pd, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah pimpinan OPD. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan dan para pelaku utamanya: guru.

 Penghargaan untuk Guru-Guru Legendaris

Salah satu momen paling mengharukan dalam kegiatan ini adalah pemberian penghargaan dan cenderamata kepada enam mantan guru yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun di Kabupaten Lanny Jaya, yang dahulu dikenal sebagai Distrik Tiom. Mereka adalah sosok-sosok inspiratif yang telah menjadi pelita dalam kegelapan, membimbing generasi demi generasi dengan penuh dedikasi.

Adapun guru yang berjasa tersebut antara lain,

  1. Bapak Poter Yigibalom
  2. Bapak Andarias Yoman
  3. Mama Yohana Saiya-Sohilait
  4. Bapa Bistok Pengabean
  5. Bapak Gemenorak Karetji
  6. Bapak Pdt. Eli Rumi
  7. Bapak Piter Wanimbo

 Amanat Bupati: Guru Adalah Pilar Bangsa

Dalam amanatnya, Bupati Aletinus Yigibalom mengajak seluruh peserta untuk mengenang kembali sejarah panjang PGRI yang telah berdiri selama 80 tahun. Ia menegaskan bahwa di era reformasi, PGRI telah meneguhkan jati dirinya sebagai organisasi guru yang unitaristik, independen, dan non-partisan, serta berkomitmen menjadi kekuatan negara di bidang pendidikan.

Bupati juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam program Asta Cita yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan. “Pendidikan yang berkualitas hanya bisa terwujud jika guru sebagai aktor utama mendapat perhatian serius, baik dalam hal kesejahteraan, kompetensi, maupun perlindungan hukum,” tegasnya.

Ia menyoroti maraknya kasus hukum yang menimpa guru saat menjalankan tugasnya, dan menyerukan agar negara hadir melindungi guru dari ancaman kriminalisasi. “Jangan ada lagi guru yang tersandung kasus hukum saat menunaikan tugasnya. Negara harus berdiri di belakang guru,” ujarnya penuh semangat.

Dalam momen HGN dan HUT PGRI ini, Bupati juga menyampaikan usulan PGRI agar pemerintah dan DPR segera merumuskan RUU Perlindungan Guru, yang bertujuan melindungi seluruh insan pendidikan dari kekerasan dan ancaman hukum. Ia juga menegaskan pentingnya agar RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sedang disusun tidak menghapus Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), mempercepat sertifikasi guru, serta menyetarakan hak antara guru negeri dan swasta.

“Guru adalah profesi mulia dan bermartabat. RUU Sisdiknas harus memuat substansi penting yang menjamin kesejahteraan dan perlindungan mereka,” tegasnya.

 Apresiasi dan Harapan dari Ketua PGRI Lanny Jaya

Ketua Panitia sekaligus Ketua PGRI Lanny Jaya, Resmin Kogoya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari upacara, syukuran, hingga pemberian piagam penghargaan. Ia berharap momentum ini dapat mempererat solidaritas antar guru dan mendorong semangat untuk terus mencerdaskan anak-anak Lanny Jaya.
“Guru adalah ujung tombak pembangunan SDM. Kami berharap semua guru di Lanny Jaya terus bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga semangat pengabdian,” ujarnya.

Penutup Penuh Semangat

Acara ditutup dengan salam perjuangan khas PGRI yang menggema di seluruh halaman kantor bupati:
“Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas, Yes! Siapa Kita?”

Seruan ini menjadi penegas bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pejuang kemanusiaan dan penjaga masa depan bangsa.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif

WAMENA — Seorang penjual bakso berinisial KA (34) menjadi korban penikaman di Jalan Karujaya, Wamena,…

12 jam ago

Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga

WAMENA — Kepolisian Sektor (Polsek) Asologaima melaksanakan patroli dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat…

12 jam ago

Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya

JAKARTA, 30 September 2026 – Keindahan dan kekayaan budaya Papua Pegunungan kembali mendapat ruang untuk…

12 jam ago

Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional

Jakarta, 30 September 2026 — Beragam karya kreatif masyarakat Tolikara tampil dalam Pameran Kriyanusa 2026…

12 jam ago

Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan

Mimika – Komitmen memperkuat kehadiran dan pelayanan Kepolisian Negara Republik Indonesia di tengah masyarakat terus…

13 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat

PUNCAK JAYA – Lapangan Apel Mako Polres Puncak Jaya menjadi saksi penguatan kembali komitmen jajaran…

23 jam ago