Hukum & Kriminal

2025, Curanmor Masih Merajalela di Kota Jayapura: Faktor Ekonomi Pemicu Utama

JAYAPURA – Kepolisian Resort Jayapura Kota menaruh perhatian khusus kepada tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya. Fakta ini menyusul tingginya kasus curanmor sepanjang tahun 2025.

Tercatat 604 kasus curanmor terjadi di Kota Jayapura sepanjang tahun 2025. Jumlah kasus ini ternyata telah mendominasi tindak pidana kriminalitas di wilayah tersebut.

“Tindak pidana curanmor tahun ini mencapai 604 kasus, ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang menyentuh 526 kasus,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen, dalam rilis akhir tahun di Mapolresta, Rabu 31 Desember 2025.

Fredrickus menyebut faktor ekonomi masih menjadi pemicu tingginya kasus curanmor di Kota Jayapura. “Motifnya rata-rata faktor ekonomi,” ungkapnya menjelaskan kepada awak media.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya mengindikasi motor hasil curian kerap menjadi alat barter atau tukar di wilayah Papua Nugini (PNG). Indikasi ini menyusul temuan motor curian di atas longboat masyarakat yang hendak berlayar menuju wilayah Papua Nugini.

“Jadi indikasinya motor ini dijual ke Papua Nugini, biasanya menjadi alat barter dengan ganja atau narkotika. Kami juga menemukan motor curian dari Kota Jayapura dijual ke daerah lain atau lintas kota,” bebernya.

Selain curanmor, kasus pencurian biasa juga menjadi sorotan kepolisian sepanjang 2025. Tercatat 385 kasus pencurian biasa terjadi di Kota Jayapura dan telah menduduki peringkat kedua kriminalitas. “Posisi kedua itu ada pencurian biasa dan ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai  332 kasus,” terangnya.

Untuk peringkat ketiga adalah tindak pidana penganiayaan yang mencapai 265 kasus. Jumlah tahun ini lebih rendah ketimbang tahun 2024 yang mencapai  411 kasus. “Kami juga mencatat ada 100 kasus pengeroyokan pada tahun ini, sedangkan tahun  sebelumnya 107 kasus,” urainya.

Fredrickus mengakui adanya peningkatan kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Kota Jayapura pada tahun 2025. Tercatat 101 kasus curas terjadi di wilayahnya, angka ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 34 kasus.

“Selain curas, ada juga kasus pencurian dengan pemberatan atau curat yang mencapai 41 laporan, sedangkan tahun 2024 hanya sebanyak 14 kasus. Memang ada peningkatkan untuk kasus pencurian,” akunya.

Kendati demikian, Fredrickus mengklaim kasus kriminalitas secara umum mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Penurunan kriminalitas mencapai 264 kasus, sedangkan penyelesaian naik 38 kasus.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Hari Kartini di Papua Pegunungan: Anak-Anak PAUD Warnai Jalan Santai dengan Semangat Kebersamaan

WAMENA, 21 April 2026 – Suasana penuh warna dan keceriaan tampak mewarnai peringatan Hari Kartini…

8 jam ago

Satgas Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum di Wilayah Puncak Jaya

Puncak Jaya, Papua – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya berhasil melumpuhkan satu…

15 jam ago

Wakil Bupati Lanny Jaya Resmi Buka Forum OPD RKPD 2027: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Terarah

TIOM – Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, ST., membuka secara resmi kegiatan Forum…

17 jam ago

Ribka Haluk Bersyukur: Impian Bandara Douw Aturure Kini Jadi Kenyataan

NABIRE - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan…

21 jam ago

Satu Iman, Satu Kasih: 17 Denominasi Gereja Bersatu di Perayaan Injil Lembah Baliem

WAMENA, 20 April 2026 – Lautan manusia memadati Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4),…

1 hari ago

Operasi Gabungan di Pegunungan Bintang Berhasil Amankan DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek

Oksibil, Papua Pegunungan — Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil…

1 hari ago