Yanes Alitnoe: Dendam Antar Generasi Mengancam Masa Depan Papua Pegunungan, Harus Ada Dekonsiliasi

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA-Tanggapan, Yanes Alitnoe, salah satu intelektual Provinsi Papua Penggunangan asal dari Kabupaten Yalimo memandang bahwa pernyataan DPD I KNPI Papua Pegunungan merupakan refleksi yang sangat jujur, kritis, dan mendalam terhadap realitas sosial yang sedang dialami masyarakat Papua Pegunungan hari ini.

Konflik perang suku tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai persoalan adat atau pertikaian sesaat, tetapi telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan, krisis moral, dan krisis sosial yang mengancam masa depan generasi Papua Pegunungan tegas Yanes.

Apa yang disampaikan oleh Ketua DPD I KNPI Papua Pegunungan bersama seluruh pengurus menunjukkan bahwa konflik telah melahirkan rantai penderitaan yang panjang. Dendam diwariskan lintas generasi, ekonomi keluarga runtuh, perempuan menjadi korban tersembunyi, anak-anak kehilangan masa depan, dan relasi sosial masyarakat semakin rapuh. Bahkan mekanisme penyelesaian adat yang selama ini dianggap sebagai jalan damai, dalam banyak kasus belum mampu menyentuh pemulihan batin, keadilan sosial, dan rekonsiliasi yang sejati.

“Saya menilai seruan untuk segera dilakukan Dialog Rakyat dan Rekonsiliasi Konflik merupakan langkah yang sangat penting, strategis, dan mendesak. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama delapan pemerintah kabupaten tidak boleh hanya hadir ketika konflik meledak, tetapi harus berani membangun sistem penyelesaian konflik yang menyentuh akar persoalan secara menyeluruh, manusiawi, dan berkeadilan,”Ungkapnya, Selasa 19 Mei 2026.

Disamping itu Yanes Alitnoe juga tegaskan, gereja juga harus membuka diri baru buka ruang dialog karena gagal membina umat. Konflik ini bukan hanya menghancurkan hubungan antarsuku, tetapi juga melukai kehidupan umat Tuhan karena gereja sering kali belum maksimal dalam membina, mendamaikan, dan membangun kesadaran spiritual masyarakat terhadap nilai kemanusiaan dan perdamaian. Karena itu, gereja harus kembali mengambil peran profetis sebagai pembawa damai, penjaga moral, dan pelayan rekonsiliasi di tengah masyarakat.

Dialog yang dibangun harus menjadi ruang bersama untuk melahirkan kesadaran baru bahwa nyawa manusia lebih berharga daripada dendam, harga diri suku, maupun kepentingan politik.

Gereja, tokoh adat, pemuda, perempuan, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat perlu duduk bersama merumuskan model perdamaian Papua Pegunungan yang menghormati nilai adat, namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia, keadilan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

“Jika konflik terus diwariskan, maka yang hancur bukan hanya hubungan antarsuku, tetapi juga masa depan Papua Pegunungan itu sendiri. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi pelopor rekonsiliasi, pelindung kemanusiaan, dan penjaga perdamaian demi tanah Papua yang lebih bermartabat, aman, dan berkeadilan,”Ujarnya Yanes.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka
Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena
Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu
Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan
Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian
Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Papua Pegunungan Raih Pendidikan Tinggi
Distrik Ilu Bongkar dan Salurkan 10 Ton Beras Raskin, Pastikan Transparansi ke 20 Kampung Zona II
Suasana Wamena Mulai Tenang, Gubernur John Tabo Ajak Masyarakat Papua Pegunungan Jaga Keamanan dan Ketertiban Bersama

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:15 WIT

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:05 WIT

Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:52 WIT

Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIT

Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:08 WIT

Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian

Berita Terbaru