NABIRE – Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama 12 hari, mulai 9 hingga 20 Oktober 2026. Operasi ini difokuskan untuk memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat dan menekan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif dan penegakan hukum.
Operasi tersebut menyasar sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, di antaranya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) atau 3C, peredaran dan penyalahgunaan narkotika, minuman beralkohol, perjudian, prostitusi, premanisme serta berbagai tindak kejahatan konvensional lainnya.
Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas mengatakan, Operasi Pekat Noken 2026 merupakan langkah kepolisian untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan sekaligus menciptakan rasa aman, nyaman dan tenteram bagi masyarakat, khususnya di Kota Nabire dan wilayah hukum Polda Papua Tengah.
Berdasarkan data aplikasi DORS per 6 Oktober 2026, sepanjang periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2026 tercatat sebanyak 459 kasus kejahatan konvensional, peredaran dan penyalahgunaan narkotika, minuman beralkohol, perjudian, prostitusi, premanisme serta berbagai gangguan Kamtibmas lainnya.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 kasus telah diselesaikan. Sementara sejumlah kejahatan yang menonjol meliputi curanmor sebanyak 150 kasus, penganiayaan 121 kasus, curas 105 kasus dan pengeroyokan sebanyak 35 kasus,” jelas Gustav usai memimpin rapat Operasi Pekat Noken 2026, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius jajaran kepolisian karena tidak hanya menggambarkan jumlah kasus, tetapi juga menunjukkan adanya gangguan yang berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat. Karena itu, Operasi Pekat Noken 2026 diharapkan mampu menekan berbagai bentuk gangguan tersebut melalui langkah penindakan sekaligus pencegahan.
Gustav meminta seluruh personel melakukan pemetaan secara detail terhadap lokasi rawan, waktu rawan, modus operandi hingga kelompok atau pelaku yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Pemetaan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan operasi benar-benar tepat sasaran.
“Operasi Pekat Noken 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Kegiatan preemtif dan preventif harus dikedepankan untuk mencegah munculnya gangguan Kamtibmas sejak dini, di samping penegakan hukum terhadap jaringan maupun pelaku tindak pidana,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Gustav meminta seluruh personel bertindak tegas, profesional, proporsional dan humanis serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum. Personel juga diingatkan untuk menghindari tindakan arogan, berlebihan maupun tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur.
“Jangan sampai dalam upaya memberantas penyakit masyarakat justru terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kita sendiri,” tegasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penindakan yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan kepolisian dalam mencegah gangguan Kamtibmas, meningkatkan kesadaran masyarakat dan menciptakan situasi yang semakin aman serta kondusif.
“Kita juga akan memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan membangun sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pelaksanaan operasi ini,” ujarnya.
“Operasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menegakkan hukum secara berkeadilan,” tutup Gustav.
TIOM –8 Oktober 2026- Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., bersama sejumlah organisasi perangkat daerah…
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta dengan tegas Pemerintah Provinsi Papua…
WAMENA — Anggota DPR Papua Pegunungan meminta pimpinan TNI-Polri segera mengklarifikasi sekaligus menindaklanjuti laporan mengenai…
WAMENA – Tim Panitia Pemeriksaan Tanah A (Panitia A) Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya kembali melaksanakan…
JAYAWIJAYA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah-Langkah Konkret Tim Pengadaan…
NABIRE – Semarak peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 di Papua Tengah…