Wagub Papua Resmikan Bahtera Kristoforus dan Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II di Dosay

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Ariyoko Rumaropen meresmikan Bahtera Kristoforus yang dibangun oleh Pastor John Bunay, Pr sebagai salah satu Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II yang berlangsung di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (2/2/2026).

Tak hanya itu, Wagub Papua juga meresmikan Yayasan Santo Yohanes Paulus II dan ikut menanam pohon di area lokasi Bahtera Kristoforus.

Wagub Ariyoko memberikan apresiasi dan bangga atas Bahtera Kristoforus dan Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II yang dibangun oleh Pastor John Bunay.

Menurutnya, kehadiran Pusat Spritual ini akan menjadi tempat pembinaan mental dan spritual bagi anak-anak Papua kedepannya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami memberikan apresiasi kepada Pastor John Bunay yang sudah membangun Bahtera Kristoforus dan Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II ini,” katanya.

Wagub Ariyoko mengucapkan profisiat dan selamat atas Tabhisan Imamat Pastor John Bunay ke 25 tahun.

“Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan selamat dan sukses atas Tabhisan Imamat Pastor John ke 25 tahun, semoga kedepan tetap setia untuk melayani umat yang ada di Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Pastor John Bunay, Pr menjelaskan bahwa Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II ini dibangun setelah dirinya pulang melakukan KKR di Singapura.

Pastor John menambahkan bahwa 25 tahun menjalani panggilan khusus melayani Tuhan di Tanah Papua, baik sebagai guru maupun gembala yang menguduskan pelayanan suara-suara kenabian ketika ada umat yang tertindas.

“Saya bersyukur Tuhan menyertai dalam tugas khusus, sehingga tidak pikir istri, anak, tetapi melayani manusia,” ujarnya.

“Jadi carilah kerajaan Allah, bisa dikerjakan ini berbeda dengan panggilan lain. Ini istimewanya. Kami ada bersama umat itulah keluarga kami,” ujar mantan Rektor Seminar Tinggi STFT Fajar Timur ini.

Dalam momentum 25 tahun imamat, Pastor John mendirikan sebuah Pusat Spritual dan Bahtera yang diberi nama Bahtera Kristoforus, demi membawa umat ke sang sumber damai yaitu Kristus.

“Bahtera ini dibangun berbentuk perahu di bagian luarnya sebagai simbol wilayah pesisir. Sedangkan di dalamnya dibangun Honai, rumah adat dari wilayah pegunungan,” jelasnya.

Pastor John menjelaskan, pesan damai kepada umat di Tanah Papua, yakni kita tidak memandang siapapun dari suku manapun.

“Saya punya prinsip hidup saya sedih jika melihat engkau menangis dan bahagia jika melihat engkau terseyum,” ungkapnya.

25 Tahun Kedepan Siapkan Awam Katolik

Selama 25 tahun menjadi Imam, Pastor John menghabiskan waktunya untuk menyiapkan pada Imam Katolik di Keuskupan Jayapura.

Sejak 2004 hingga 2010, Pastor John menghabiskan waktu membina para calon Imam Projo dari Keuskupan Jayapura.

Setelah itu, Pastor yang dikenal humoris ini sempat menjalani studi spritual di Filipina dan kembali setia menjalani panggilannya sebagai seorang Imam Katolik.

Pada 2004 hingga 2025, Pastor John menjadi dosen di STFT dengan mengajar mata kuliah Ilmu Khotbah dan Pengintegrasian Antara Pikiran dan Hati.

Pastor John juga dipercaya menjadi Pembimbing Kelompok Kharismatik, Pendamping Kelompok Legio Maria dan kelompok kategorial lainnya di Keuskupan Jayapura.

Pada 2025, Pastor John mendapatkan mandat dari Bapa Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius You baru menjadi Rektor Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria.

Pastor John mengatakan bahwa selama 25 tahun ini dirinya telah dipercaya menyiapkan para Imam-Imam Papua dari Keuskupan Jayapura.

Oleh karena itu, pada 25 tahun kedepan lagi, yakni menuju Imamat ke 50 tahun, dirinya berkomitmen untuk menyiapkan para awam Katolik melalui pembinaan yang dilakukan di Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria maupun di Pusat Spritual yang dibangun olehnya.

“Menuju 25 tahun kedepan lagi, saya akan siapkan para awam-awam Katolik di tanah Papua melalui Asrama Katolik dan tempat pembinaan yang dibangun, yakni Pusat Spritual Santo Yohanes Paulus II dan Bahtera Kristoforus yang ada di Dosai,” ujarnya. (**).

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua

Berita Terkait

OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan
Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya
Gerbong Mutasi Bergerak, Wajah Baru Polda Papua Tengah Resmi Dilantik
Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya
Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink
HUT Polwan ke-78: Polwan Polres Jayawijaya Gelar Bakti Sosial di Pasar Potikelek
Kadis Kominfo Akbar: Internet Harus Jadi Sumber Belajar, Bukan Sekadar Hiburan
Bupati Yuni Wonda: Pendidikan Prioritas, Generasi Muda Harus Melek Teknologi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:42 WIT

OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIT

Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya

Jumat, 4 September 2026 - 22:25 WIT

Gerbong Mutasi Bergerak, Wajah Baru Polda Papua Tengah Resmi Dilantik

Kamis, 3 September 2026 - 18:24 WIT

Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIT

Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Berita Terbaru