Tenaga Medis Yahukimo Minta Jaminan Keamanan, Sejumlah Fasilitas Kesehatan Ditutup Sementara

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YAHUKIMO —Situasi keamanan di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, memaksa Dinas Kesehatan menutup sementara seluruh fasilitas pelayanan kesehatan mulai 18 Februari 2026. Langkah drastis ini diambil setelah serangkaian insiden mengancam keselamatan tenaga medis dan sarana kesehatan.

Dalam pertemuan resmi pada 16 Februari 2026, Dinas Kesehatan bersama RSUD Dekai dan sejumlah puskesmas menyimpulkan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan normal akibat:

  • Percobaan pembakaran Gedung Puskesmas Dekai.
  • Percobaan pembakaran mobil ambulans Puskesmas Aplim dan Brasa.
  • Teror terhadap tenaga medis di RSUD Dekai, Puskesmas Dekai, Aplim, dan Brasa.
  • Tuduhan bahwa tenaga kesehatan adalah aparat intelijen TNI/Polri.

Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo, Ase Rusobolim, S.KM, melalui  edaran Pemberitahuan Penutupan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Yahukimo Nomor : 400.7 / K /DINKES/2026 yang diperoleh redaksi  menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, termasuk apotek dan laboratorium swasta, ditutup sementara, kecuali UGD RSUD Dekai yang tetap melayani kasus darurat.

“Kami tenaga medis bukan aparat keamanan. Kami hanya ingin melayani masyarakat, dan keselamatan kami harus dijamin,” tegas Rusobolim.

Pelayanan kesehatan baru akan dibuka kembali setelah ada jaminan keamanan dari pemerintah daerah, gereja, tokoh adat, dan masyarakat. Surat resmi juga menyerukan dukungan semua pihak untuk melindungi tenaga medis agar dapat kembali bertugas.

Sementara seorang warga Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Lemri mengungkapkan kekecewaannya akibat penutupan sejumlah pasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya seharusnya fasilitas kesehatan aman dari konflik karena dinilai tempat yang netral karena mengutakan nilai nilai kemanusiaan yakni menyembuhkan orang-orang sakit.

“Seharusnya tidak ada gangguan terhadap tempat fasilitas kesehatan to, tempat perang saja tidak boleh kesehatan diganggu. Disini malah ditutup. Terus tong masyarakat ini mau berobat kemana,”Kesalnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Semarak HUT RI: Lomba Catur di Puncak Jaya Jadi Ajang Asah Strategi Generasi Muda
Semarak HUT ke-81 RI di Puncak Jaya, Siswa SD Tunjukkan Semangat, Sportivitas, dan Kekompakan
Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan
Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan
Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan
Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia
Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:18 WIT

Semarak HUT RI: Lomba Catur di Puncak Jaya Jadi Ajang Asah Strategi Generasi Muda

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:57 WIT

Semarak HUT ke-81 RI di Puncak Jaya, Siswa SD Tunjukkan Semangat, Sportivitas, dan Kekompakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIT

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:36 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:52 WIT

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

Berita Terbaru

jojobet   jojobet   jojobet