Daerah

Tangani KKB Papua, Panglima TNI: Apabila Hambatan Dengan Sejata, Tindakan Terakhir Kita Lawan Dengan Senjata

JAYAPURA-Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan mengenai kunjungannya bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke Provinsi Papua guna menerima paparan dari Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih XVII/Cenderawasih tentang kondisi terkini tanah Papua.

“Pertama untuk menangani OPM yang masih berulah kita menggunakan soft approach ya dari TNI akan mengedepankan operasi teritorial dengan intelijen tentunya juga kita menggunakan hard approach itu adalah tindakan yang terakhir apabila  hambatan itu menggunakan senjata kita lawan dengan senjata,”Ungkapnya kepada media, Jumat (8/12/2023)

Namun penanganan KKB atau OPM di Tanah Papua adalah opsi terakhir dari pihak TNI/Polri. Penanganan KKB atau OPM di Tanah Papua dilakukan bertunuan untuk operasi teritorial mempercepat pembangunan di wilayah Papua.

“Kalau kita lihat bahwa Papua ini diberikan anggaran yang sangat tinggi, tetapi masih ada kesenjangan sosial di masyarakat Papua,”Tegasnya.

Keberadaan TNI/Polri di Papua selain menjaga teritorial adalah untuk membantu program-program pemerintah. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

“Tentunya TNI berkolaborasi dengan instansi lain seperti Polri dan kementerian atau lembaga yang terkait dan pemerintah daerah yang ada,”Tambahnya.

Selain itu pihaknya juga membahas mengenai masuk musim hujan yang kemungkinan tentang bencana alam yang akan terjadi di Tanah Papua. Kemudian tentang Pemilu, dimana pihaknya telah melaksanakan deklarasi damai Pemilu 2024 yang dilaksanakan oleh TNI, Kapolri, dan 10 elemen masyarakat yang ada di Papua.

Disinggung mengenai keberadaan pilot susi air yang disandera telah mencapai 10 bulan?l, Panglima mengatakan pihaknua menggunakan soft approach kemudian penggunaan diplomasi lewat Forkopimpda yang ada di wilayah tersebut.

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan mengenai daerah yang rawan dengan gangguan senjata pihaknya bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder tentunya memiliki tugas untuk mengawal dan mengamankan tahapan Pemilu sehingga semuanya bisa berjalan aman dan lancar.

“Terkait dengan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini di mana-mana kita selalu mengawal dan menyerukan. Menyaksikan masyarakat atau pun dari KPU mungkin ya dari Bawaslu menyelenggarakan komitmen Pemilu damai. Jadi saya kira ini menjadi penting dan harus terus digelorakan sehingga Pemilu berjalan dengan aman dan tertib, masyarakat juga bebas memilih yang menjadi keinginannya,”Pungkasnya.(*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…

1 jam ago

Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo

Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…

2 jam ago

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Wamena, 15 April 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mengikuti kegiatan Halalbihalal…

11 jam ago

Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

WAMENA, 14 April 2026 – Polemik mengenai anggaran operasional Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua…

1 hari ago

Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi

WAMENA – Suasana penuh khidmat menyelimuti ruang sidang DPRK Lanny Jaya pada Selasa, 14 April…

1 hari ago

Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik

TIOM – Suasana khidmat menyelimuti Gedung DPRK Lanny Jaya di Tiom, Selasa (14/04/2026). Dewan Perwakilan…

2 hari ago