Daerah

Sinkronisasi Rencana Pengembangan Bandara Sentani, Gubernur Papua Gandeng Angkasa Pura

JAKARTA – Gubernur Provinsi Papua, Matius D. Fakhiri, melakukan pertemuan dengan manajemen PT Angkasa Pura Indonesia guna membahas rencana pengembangan Bandara Sentani. Pertemuan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Gubernur Fakhiri menjelaskan, pengembangan Bandara Sentani diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua maupun Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kami bertemu dengan perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia untuk membahas rencana pengembangan Bandara Sentani. Kami berharap pengembangan ini ke depan dapat memberikan PAD tersendiri bagi Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura,” katanya.

Menurut Gubernur, dalam pertemuan tersebut dibahas upaya sinkronisasi antara rencana pengembangan bandara yang telah disusun oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura Indonesia, dengan konsep pengembangan yang diusulkan Pemerintah Provinsi Papua.

“Tentunya kita menghormati rencana yang telah disusun oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Pemerintah Provinsi Papua juga telah menyerahkan rancangan pengembangan yang kami buat. Harapannya, kedua rancangan ini dapat dikolaborasikan karena memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pelayanan kepada penumpang sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan PAD bagi Papua,” jelasnya.

Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Papua dalam menyampaikan rancangan pengembangan Bandara Sentani.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Papua atas pertemuan ini. Rancangan pengembangan yang disampaikan akan menjadi perhatian kami dan selanjutnya akan kami diskusikan bersama Kementerian Perhubungan,” kata Ferry.

Sebelumnya, Gubernur Fakhiri juga telah melakukan pertemuan dan diskusi dengan para pemilik hak ulayat tanah yang terdampak rencana pengembangan bandara pada Sabtu (6/12/2026). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pengembangan Bandara Sentani harus memberikan dampak positif tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat setempat.

“Nantinya akan disiapkan ruang atau tempat berjualan bagi masyarakat lokal, baik di dalam terminal maupun di sekitar area parkir. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung, sekaligus berkontribusi terhadap PAD dan peningkatan perekonomian daerah,” katanya. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polres Nduga Gelar Pembinaan Mental dan Rohani, Personel Didorong Perkuat Iman dan Integritas dalam Melayani Masyarakat

NDUGA – Jajaran Polres Nduga terus memperkuat kesiapan mental dan rohani personel sebagai bagian dari…

12 jam ago

Seleksi PAG dan SBP Polri 2026 Dimulai, Peserta di Papua Tengah Teken Pakta Integritas untuk Proses Bersih, Transparan, dan Akuntabel

Nabire - Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) dari Bintara ke Perwira Polri T.A. dan Sekolah…

12 jam ago

Kapolda Papua Tengah Kirim 43 Jenis Obat dan Vitamin ke Beoga, Wujudkan Kepedulian terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pedalaman

Puncak – Kebutuhan obat-obatan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah. Untuk…

12 jam ago

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

WAMENA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama jajaran TNI-Polri dan pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi untuk…

19 jam ago

BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat

JAYAPURA-Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Provinsi Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengukuhkan…

19 jam ago

Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya

WAMENA, 23 September 2026 — Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menerima…

19 jam ago