NABIRE – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Papua Tengah akhirnya berhasil menangkap RB alias Obed, pelaku terakhir yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota URC, Brigpol Riccy Kani. Penangkapan dilakukan di tempat persembunyiannya di wilayah Wonorejo, Kabupaten Nabire, Sabtu (22/8/2026).
RB merupakan satu dari enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Brigpol Riccy Kani saat anggota URC tersebut merespons laporan masyarakat di Jalan Frans Kaisepo, kawasan Nabarua, Kabupaten Nabire, Kamis (20/8/2026) dini hari.
Sebelumnya, lima pelaku lainnya telah lebih dahulu diamankan, yakni KA (27), JSL (22), FS (27), SOW (25), dan JR (33). Kelima pelaku saat ini telah ditahan di Polsek Nabire Kota untuk menjalani proses hukum.
Akibat pengeroyokan tersebut, Brigpol Riccy Kani mengalami luka serius pada bagian wajah serta patah rahang kanan dan kiri. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Nabire sebelum dirujuk ke Jakarta untuk perawatan lanjutan.
Kepala Tim URC Polda Papua Tengah, IPTU Fredrik E. Demetouw, membenarkan penangkapan RB dan menyatakan seluruh pelaku yang terlibat kini telah berhasil diamankan.
“Dengan tertangkapnya RB alias Obe, maka seluruh pelaku pengeroyokan terhadap anggota URC telah berhasil kami amankan. Ini merupakan komitmen kami untuk menindak tegas setiap pelaku tindak pidana yang menyerang aparat maupun masyarakat,” ujar IPTU Fredrik, Minggu (23/8/2026).
Ia menjelaskan, saat hendak ditangkap, RB berupaya melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga tim mengambil tindakan tegas dan terukur.
“Saat akan diamankan, pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Tim kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur. Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada penyidik Polres Nabire guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” katanya.
IPTU Fredrik menambahkan, keenam pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam aksi pengeroyokan tersebut.
“Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pelaku untuk mengetahui peran dan keterlibatan masing-masing dalam peristiwa pengeroyokan ini. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika, mengungkapkan bahwa atas perintah Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, Brigpol Riccy Kani telah dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna mendapatkan penanganan medis yang lebih maksimal.
“Hari ini Brigpol Riccy Kani telah diberangkatkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta Timur untuk menjalani perawatan lanjutan. Proses keberangkatan berjalan lancar dan didampingi langsung oleh dr. Marina serta pihak keluarga mulai dari RSUD Nabire hingga proses check-in dan boarding di Bandara Douw Aturure Nabire,” ujar AKBP I Made Suartika.
Menurutnya, langkah rujukan tersebut merupakan bentuk perhatian pimpinan terhadap kondisi anggotanya agar dapat segera pulih dan kembali bertugas.
“Bapak Kapolda berharap Brigpol Riccy Kani dapat fokus menjalani pengobatan dan pemulihan. Kami semua mendoakan agar yang bersangkutan segera sembuh, pulih seperti sediakala, dan dapat kembali bertugas melayani masyarakat. Polda Papua Tengah akan terus memberikan dukungan penuh selama proses perawatan berlangsung,” pungkasnya.
Jakarta, 21 Agustus 2026 – Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya mendorong UMKM naik kelas melalui…
WAMENA, 22 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik…
NDUGA – Kodim 1706/Nduga melalui jajaran kewilayahan terus memantau perkembangan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting)…
JAKARTA, 20 Agustus 2026 – Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di…
WAMENA, 21 Agustus 2026 – Kerusuhan pecah di kawasan Jalan Bhayangkara Atas, Kota Wamena, Kabupaten…
NABIRE – Polda Papua Tengah bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi…