Daerah

Rakor Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar Digelar di Wamena

Wamena, 06 November 2025 – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Provinsi Papua Pegunungan menggelar kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pembinaan Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar di Dalam Panti Tahun 2025, Kamis (6/11/2025). Acara berlangsung di Hotel Grand Sartika, Wamena, dan dihadiri oleh pejabat Kementerian Sosial RI, pengelola panti sosial anak, serta kepala dinas sosial dari delapan kabupaten se-Papua Pegunungan.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Aron Wanimbo S.E., M.Si., Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, MBA menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memelihara dan melindungi anak-anak terlantar dan fakir miskin.

“Sesuai amanat UUD 1945 Pasal 34, fakir miskin dan anak terlantar adalah tanggung jawab negara. Pemprov Papua Pegunungan berkomitmen penuh melaksanakan amanat tersebut,” tegas Aron Wanimbo.

Pemprov Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten terus berkolaborasi melalui panti sosial asuhan anak (PSAA) untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang membutuhkan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial DinsosP3A Papua Pegunungan, Ronald Yikwa, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan dan program antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola panti sosial. Rakor ini juga menjadi wadah untuk merancang program perlindungan sosial yang tepat dan terukur dalam menangani kemiskinan dan anak terlantar.

“Koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi sosial dasar dan memperkuat jejaring kerja,” ujar Ronald.

Dengan mengusung tema Memperkuat Sinergi dan Komitmen dalam Penyelenggaraan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Menuju Indonesia Peduli dan Inklusif, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas petugas dan pengelola panti serta merumuskan rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas layanan sosial.

Salah satu peserta Rakor, Yakobus Wuka, yang juga merupakan pengelola panti anak, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret Pemprov Papua Pegunungan dalam pelayanan dan pembinaan anak-anak terlantar.

“Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh secara wajar, baik jasmani, rohani, maupun sosial. Pemerintah perlu terus hadir melalui pelayanan dan rehabilitasi sosial, baik di dalam maupun di luar panti,” ungkap Yakobus.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

RSUD Elvrida Sara Nduga Masuk Program Pengampuan Nasional dan Quick Win Kemenkes, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan

Wamena, 26 Juni 2026 – Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkualitas bagi…

6 jam ago

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Cek Kesehatan Personel demi Pelayanan Prima

INTAN JAYA – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya menggelar bakti kesehatan berupa…

6 jam ago

Fans Jerman Jayapura Rayakan HUT ke-5 dengan Berbagi Kasih

JAYAPURA- Euforia perhelatan Piala Dunia Tahun 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko,…

12 jam ago

Final Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah Tuntas, Ajang Bulutangkis HUT Bhayangkara ke-80 Lahirkan Para Juara

MIMIKA – Turnamen Bulutangkis Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan…

12 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda, Kapolres Tegaskan Semangat “Polisi untuk Masyarakat”

PUNCAK JAYA – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Puncak Jaya menggelar olahraga bersama…

22 jam ago

Pemuda Katolik Papua Wakili Pemuda Papua Tandatangani Kesepakatan Pembentukan Gerakan SI SALI

Jayapura, 26 Juni 2026 – Perwakilan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua menandatangani surat kesepakatan pembentukan…

1 hari ago