Daerah

Presiden RI Bangun 2.200 Rumah di Papua Pegunungan, BP3OKP: Ini Perhatian Khusus

WAMENA-Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Pegunungan, Hantor Matuan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia atas rencana pembangunan 2.200 unit rumah di wilayah Papua Pegunungan.

Hal ini disampaikan dalam rapat persiapan pembangunan yang digelar bersama perwakilan pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Dalam pernyataannya, Hantor Matuan menegaskan bahwa program pembangunan rumah ini merupakan bentuk perhatian khusus Presiden kepada masyarakat Papua Pegunungan. Ia menyebut bahwa provinsi lain tidak mendapatkan alokasi serupa, sehingga ini menjadi momentum penting bagi delapan kabupaten di wilayah tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi Bapak Presiden. Program 2.200 rumah ini luar biasa, dan hanya Papua Pegunungan yang mendapat perhatian khusus seperti ini,” ujar Ketua BP3OKP Hantor Matuan, di Baliem Pilamo, Wamena, Jayawijaya, Senin (11/8/2025).

Hantor juga berharap para bupati di delapan kabupaten benar-benar serius dalam melaksanakan program ini. Ia mendorong agar Kementerian PUPR tidak hanya menjalankan program yang telah ditetapkan, tetapi juga mempertimbangkan usulan tambahan dari pemerintah daerah.

“Kami harap Kementerian Perumahan bisa menambah alokasi sesuai dengan usulan para bupati. Ini bukan sekadar program, tapi awal dari perubahan besar,” tambahnya.

Ia menyoroti kondisi geografis Papua Pegunungan yang sulit dijangkau, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat pembangunan.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di daerah terpencil akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.

“Perbedaan pandangan politik sering muncul karena ketidakpuasan terhadap kesejahteraan. Pemerintah harus hadir dan membangun pendekatan yang menyentuh masyarakat,” tegas Hantor.

Terkait aspek keamanan, Hantor meminta agar seluruh perangkat daerah, termasuk para bupati dan OPD, turut bertanggung jawab dalam mengamankan program ini. Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.

“Program ini adalah tujuan baik. Pemerintah daerah wajib mengamankan, bahkan di wilayah yang selama ini dianggap rawan,” katanya.

Hantor menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Papua Pegunungan telah menjadi pintu masuk langsung ke Presiden, berkat langkah proaktif gubernur. Ia optimistis jika pelaksanaan awal berjalan baik, maka perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pembangunan lainnya akan semakin besar.

“Kalau kita sukses di tahap awal, maka ke depan semua sektor pembangunan akan mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat,” tutup Hantor Matuan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika

TIMIKA – Turnamen Badminton Kapolda Papua Tengah Cup 2026 tingkat SD, SMP, dan SMA resmi…

1 jam ago

Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pendukung…

2 jam ago

Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire

NABIRE – Polda Papua Tengah sukses menyelenggarakan Lomba Balap Perahu Mesin Tempel 15 PK dalam…

3 jam ago

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

20 jam ago

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…

20 jam ago

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…

21 jam ago