Jenazah pendulang emas korban pembantaian KKB dimakamkan berjajar di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Satgas Damai Cartenz)
JAYAPURA – Satgas Operasi Damai Cartenz tengah mendalami motif pembantaian pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tercatat 16 pendulang tewas dalam tragedi tersebut.
Polisi menduga pelaku bagian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.
Selain di Kabupaten Yahukimo, penyerangan juga terjadi di kawasan pendulangan Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Motif sedang didalami, karena kebanyakan mereka tidak ada kata-kata, tetapi langsung bacok,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kamis (17/4/2025).
Faizal meyakini kelompok yang melakukan pembunuhan terhadap belasan pendulang emas ilegal merupakan kelompok kriminal bersenjata yang berasal dari Yahukimo.
“Data-data memang sedang kita kumpulkan meski memang kita punya database terkait hal itu,” katanya.
Pada prinsipnya, Faizal bilang Satgas Damai Cartenz akan lakukan konsolidasi untuk melakukan pengejaran usai evakuasi selesai. Hanya saja, pihaknya belum mengantongi identitas para pelaku pembunuhan.
“Tidak ada, dia (pasutri) tidak mengenali,” kata Faizal disinggung soal keterangan pasutri yang sempat disandera KKB pelaku pembantaian pendulang emas di Yahukimo.
Faizal menyebut korban selamat dari penyerangan KKB telah mencapai 150 lebih. Mereka tersebar di Mabul, Kabupaten Asmat dan Dekai, Kabupaten Yahukimo.
“Ini yang bisa kita datakan, belum lagi yang tidak terdata oleh kita,” katanya sembari menambahkan personel masih berada di Dekai, Yahukimo, untuk pengejaran pelaku. (*)
WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…
Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…
WAMENA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan…
Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…
Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…
JAYAPURA-Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022), Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengapresiasi kehadiran…