NABIRE – Polda Papua Tengah resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Noken 2026 sebagai langkah tegas menekan angka kejahatan konvensional, khususnya kejahatan 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Operasi yang berlangsung mulai Rabu 22 Juli 2026 ini dilaksanakan oleh Polda Papua Tengah bersama Polres Nabire dan Polres Mimika, dengan mengedepankan penegakan hukum yang didukung kegiatan deteksi intelijen, preventif, serta bantuan operasi.
Kaopsda Operasi Sikat Noken, Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, mengatakan operasi difokuskan untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan yang selama ini meresahkan masyarakat, seperti aksi kekerasan, begal, curas, curat, curanmor hingga tindak kriminal lainnya.
“Operasi Sikat Noken kami gelar sebagai bentuk komitmen Polda Papua Tengah dalam menekan angka kejahatan konvensional, khususnya 3C. Kabupaten Mimika dan Nabire menjadi fokus operasi karena kedua wilayah ini mencatat laporan kasus 3C yang relatif tinggi dibanding wilayah lainnya. Kami ingin memastikan para pelaku kejahatan ditindak tegas sesuai hukum sehingga memberikan efek jera sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kombes Adi, Kamis (23/7/2026)
Kombes Adi yang juga menjabat Direskrim Umum Polda Papua Tengah menjelaskan, operasi tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga langkah-langkah pencegahan melalui patroli, deteksi dini, serta kehadiran personel di titik-titik rawan kriminalitas.
“Selain penegakan hukum, kami juga meningkatkan patroli preventif dan deteksi dini di lokasi-lokasi yang rawan tindak kriminal. Personel akan hadir di pusat keramaian, kawasan pertokoan, terminal, pasar hingga ruas jalan yang minim penerangan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mencegah niat pelaku melakukan kejahatan sebelum aksi itu terjadi,” ujarnya.
Menurut Kombes Adi, tujuan utama operasi ini adalah memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, terutama di Kota Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika.
“Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada, ikut menjaga lingkungan, dan segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Sikat Noken melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, fungsi Lalu Lintas, Satuan Brimob, serta satuan tugas lainnya yang tergabung dalam operasi.
“Melalui Operasi Sikat Noken 2026, Polda Papua Tengah berharap angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, dapat ditekan secara signifikan sehingga situasi keamanan di Nabire dan Mimika tetap kondusif
Penulis : Gin
Editor : Buendi
Sumber Berita: Polda Papua Tengah















