Daerah

Pj Bupati Murib Kembali Temui Dua Kelompok Bertikai Guna Lakukan Negosiasi dan Koordinasi Perdamaian

MULIA-Pj Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, SE, MM terus berupaya mendamaikan kedua belah kubu pendukung paslon bupati nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan paslon bupati nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi Wonerengga.

Setelah mendampingi Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare menemui kedua belah kubu bertikai, Jumat, 14 Februari 2025, Pj Bupati Yopi Murib melakukan negosiasi dan koordinasi dengan keluarga korban pertikaian, Sabtu, 15 Februari 2025.

Pertama, Pj Bupati Yopi Murib menemui keluarga korban pertama dari kejadian perang kedua kubu pada 5 Februari 2025 di Muliambut, Distrik Mulia.

Pj Bupati Yopi Murib berbicara dari hati ke hati dengan keluarga korban, sekaligus mendengarkan keinginan mereka dalam upaya menyelesaikan pertikaian dua kubu paslon ini.

Kedua, Pj Bupati Yopi Murib mengunjungi keluarga korban terakhir pada perang antara kedua kubu paslon di Kulirik, Distrik Muara, untuk melakukan hal yang sama.

Usai menemui kedua keluarga korban itu, Pj Bupati Yopi Murib mengakui jika pihaknya melakukan koordinasi dan negosiasi dengan keluarga korban akibat perang antara kedua belah kubu paslon yakni korban pertama pada kejadian perang pada 5 Februari 2025 dan korban pada perang antara kedua belah kubu pada 12 Februari 2025.

Menurutnya, dari sisi adat, penentu utama dalam menentukan apakah mau membalas perang atau tidak, itu keputusan ada di korban pertama.

“Makanya, saya harus duduk dengan keluarga korban pertama, bicara dari hati ke hati dan betul-betul saya mau mendengar dan siapa-siapa anak-anak korban yang punya hak kepala yang harus dia mengambil keputusan, begitu juga sama dengan keluarga korban di bawah tadi,” jelasnya.

Yopi Murib berharap agar segera ada titik terangnya untuk menuju pada perdamaian kedua belah kubu paslon yang bertikai.

“Intinya, penentu mereka menyatakan kami masalah aman atas nama korban ini aman. Namun, belum sampai pada titik akhir pernyataan dan untuk menuju kesana, kita harus duduk dengan mereka dan tadi yang kita jalani,” ujarnya.

Untuk itu, Pj Bupati Yopi Murib meminta dukungan doa kepada semua pihak agar minggu depan, masalah itu bisa selesai dengan baik.

Sambil menunggu sikap dari keluarga korban, Pj Bupati Yopi Murib menghimbau kepada kedua belah pihak untuk menahan diri.

“Kami meminta kepada seluruh intelektual senior dan intelektual mahasiswa yang ada di Papua, nasional maupun internasional, mohon dukungan dan jangan membuat informasi yang tidak jelas yang mengarah pada penambahan korban. Kalau bisa menginformasikan kepada keluarga masing-masing yang ada di Puncak Jaya bahwa ada upaya menuju perdamaian, sehingga semua kami harap tenang dan bisa menahan diri,” imbuhnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Nabire –Lonjakan kejahatan jalanan di Papua Tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Sepanjang Januari hingga…

2 jam ago

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Nabire – Dalam momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.…

4 jam ago

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Jayapura – Kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026 kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh…

9 jam ago

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…

23 jam ago

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…

1 hari ago

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

POTRETPAPUA.COM, JAKARTA – Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi…

2 hari ago