Perkembangan Kasus HAN, MRP: Perbuatan Itu Tercela dan Menjijikan

- Penulis

Senin, 25 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Wakil Ketua Pokja Agama Majelis Rakyat Papua (MRP) Izak Hikoyabi menyebut kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tersangka HAN, merupakan tindakan yang tercela dan menjijikan.

HAN yang merupakan mantan kepala daerah dan kini juga menjadi Calon Bupati Biak, dianggap telah melanggar seluruh norma, baik adat maupun agama.
“Kita menyadari di Papua dalam konteks kitab beradab dan berbudaya dan beragama, tidak ada namanya perbuatan tercela yang dilakukan laki-laki terhadap laki-laki dalam hal melakukan hubungan seksual antar sesama jenis,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (25/11/2024).

“Itu adat Papua di manapun melanggar tidak boleh ada seperti itu, baik kami di Tabi, Saireri, Animha, Domberai, Meepago, Lapago. Sebagaimana adat Papua itu melanggar, perbuatan tercela itu dan itu hukumnya pasti ada sanksi sosial dari pada masing-masing adat di tanah Papua,” sambung Izak.

Adat di Papua, terang Izak, memiliki budaya yang cukup keras dan telah mengatur banyak hal. Tetapi di dalam aturan-aturan tersebut tidak ada yang membenarkan hubungan sesama jenis atau saat ini disebut LGBT.

“Kita sampaikan dalam konteks penegakan hukum bahwa ini adalah pelanggaran pidana murni dan hukum adat juga berbicara bahwa apabila orang tertangkap basah atau melakukan perbuatan tercela bertentangan dengan budaya kita orang asli Papua terutama, dan itu sangat memalukan, menjijikan, dan tidak pernah terjadi di tanah Papua seperti itu,” tuturnya.

Ia pun meminta kepada pihak gereja untuk segera memberi respon atas kasus tersebut. Ia mengkhawatirkan akan ada banyak kejadian serupa yang dapat merusak moral generasi penerus.

“Secara tegas agama Kristen menolak itu perbuatan seksual sesama jenis (LGBT) seperti itu. Bahwa ada pemaksaan untuk melakukan perbuatan tercela itu, maka sanksi harus diberikan oleh gereja-gereja, harus mengutuk dan jangan diam. gereja kalau diam ini ada apa?,” kata Izak.

Terkait anggapan bahwa kasus yang menimpa HAN adalah upaya kriminalisasi terhadap salah satu Cabup Biak, Izak meyakini hal itu tidak benar karena penangkapan yang dilakukan polisi dilakukan atas dasar yang kuat.

“Sekali lagi saya katakan ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada, kebetulan kejadiannya pada saat momen Pilkada,tetapi perbuatan yang dilakukan itu tidak ada kaitannya dengan Pilkada,” cetusnya.

Calon Bupati Biak Numfor, Papua, berinisial HAN, dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap RR, pada 9 November 2024 lalu.

“Iya, dilaporkan pada tanggal 9 November 2024. Berdasarkan keterangan kejadian terjadi pada pagi hari di kediaman terduga pelaku HAN, sedangkan korban dan pihak keluarga datang melapor pada malam hari,” ujar Kasat Reskrim Polres Biak Iptu Tantu Usman, melalui keterangan tertulis, Senin (18/11) malam.

HAN dilaporan dengan nomor LP/B/425/XI/2024/SPKT/Polres Biak Numfor/Polda Papua/9 Nov 2024 tentang tindak pidana sebagai mana dimaksud dalam rumusan pasal 6 UU RI no 13 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat
Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan
Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena
Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIT

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIT

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru