Daerah

Pemkab Puncak Jaya Dukung Pengaktifan Kembali RS Imanuel, Sinergi Pemerintah dan Gereja Perkuat Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat

MULIA, 25 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mendukung pengaktifan kembali pelayanan Rumah Sakit Imanuel sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.

Pengaktifan kembali pelayanan Rumah Sakit Imanuel berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Klasis Mulia, Ketua BPP GIDI Pusat, Ketua Wilayah GIDI, Ketua Yayasan Rumah Sakit Imanuel, perwakilan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, para hamba Tuhan, perwakilan 12 Klasis GIDI, dokter dan tenaga kesehatan, serta masyarakat dan orang tua yang hadir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan renungan dan doa yang disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Gandius Enumbi, S.Th.

Dalam renungannya, Pdt. Gandius mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian dari panggilan untuk melayani sesama. Ia mengaitkan pelayanan tersebut dengan pesan firman Tuhan dalam Lukas 10:9 mengenai pelayanan kepada orang sakit dan pemberitaan Kerajaan Allah, serta Kisah Para Rasul 1:8 tentang panggilan untuk menjadi saksi dan memberitakan Injil.

Menurutnya, pelayanan kepada orang sakit membutuhkan kerja sama antara hamba Tuhan dan tenaga kesehatan. Hamba Tuhan memiliki tugas untuk mendoakan dan memberikan penguatan rohani, sementara dokter dan tenaga kesehatan menjalankan tugas profesional dalam memberikan pelayanan medis.

Ia juga mengingatkan seluruh pelayan agar tetap memiliki iman dan keberanian dalam menjalankan tugas pelayanan, termasuk ketika menghadapi berbagai tantangan.

“Pelayanan ini bukan hanya tentang kesehatan jasmani, tetapi juga bagaimana melalui pelayanan tersebut kasih Tuhan dapat dirasakan oleh setiap orang yang datang,” pesannya.

Renungan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama bagi Rumah Sakit Imanuel, 12 Klasis GIDI, para tenaga kesehatan, jemaat, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan.

Rumah Sakit Imanuel sendiri merupakan bagian dari pelayanan GIDI di Wilayah Yamo dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pelayanan gereja serta masyarakat di Puncak Jaya.

Setelah rangkaian renungan dan doa, kegiatan dilanjutkan dengan laporan mengenai persiapan pengaktifan kembali pelayanan Rumah Sakit Imanuel yang disampaikan Nelson Wonda, S.T., M.Kes.

Dalam laporannya dijelaskan bahwa Rumah Sakit Imanuel merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang telah berdiri dan menjadi bagian dari sejarah pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Puncak Jaya.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pelayanan di fasilitas tersebut mengalami kevakuman akibat berbagai kondisi. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan, muncul inisiatif untuk mengaktifkan kembali Rumah Sakit Imanuel.
Pengaktifan kembali dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama antara Yayasan Rumah Sakit Imanuel dengan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Kesehatan.

Menurut laporan tersebut, keberadaan fasilitas kesehatan yang telah tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pengaktifan kembali Rumah Sakit Imanuel diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi antara pengelola rumah sakit dan pemerintah daerah.

Pelayanan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta berbagai program kesehatan lainnya.

Dalam persiapan pengaktifan kembali pelayanan, telah disiapkan sumber daya manusia yang akan mendukung operasional Rumah Sakit Imanuel.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, tenaga yang dipersiapkan terdiri atas 14 orang PNS, 22 orang tenaga honorer, dan 14 orang tenaga non-PNS.
Ketersediaan tenaga tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan kembali pelayanan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas, pembinaan, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan tetap diperlukan secara berkelanjutan agar pelayanan dapat berjalan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.

Selain sumber daya manusia, berbagai sarana dan prasarana juga telah dipersiapkan, antara lain lemari, meja, kursi, tempat tidur, kasur, perlengkapan alat kesehatan, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Persiapan juga mencakup perbaikan dan rehabilitasi sarana serta prasarana untuk mendukung kelancaran pelayanan.

Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa kebutuhan pembiayaan operasional Rumah Sakit Imanuel direncanakan sekitar Rp500 juta per tahun.

Anggaran tersebut mencakup kebutuhan gaji tenaga sekitar Rp300 juta per tahun, kebutuhan alat tulis kantor sekitar Rp20 juta, serta biaya pendukung lainnya sekitar Rp180 juta, termasuk kebutuhan komputer, jaringan internet Starlink, dan perlengkapan pendukung pelayanan lainnya.
Sumber pembiayaan diharapkan dapat berasal dari dukungan jemaat, bantuan sosial, serta sumber pembiayaan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, Elietes Telenggen, menyampaikan bahwa Rumah Sakit Imanuel merupakan rumah sakit swasta yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan pelayanan kesehatan dan penginjilan di wilayah Puncak Jaya.

Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Imanuel memiliki hubungan erat dengan sejarah awal pelayanan Injil di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kondisi Rumah Sakit Imanuel sempat mengalami kerusakan dan pelayanan tidak berjalan selama beberapa tahun. Namun, melalui anugerah Tuhan dan dukungan berbagai pihak, pelayanan tersebut kini mulai diaktifkan kembali.

“Kami yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, khususnya anak-anak GIDI, tentu memiliki tanggung jawab untuk melihat dan mendukung keberadaan rumah sakit ini. Karena itu, kami berharap berbagai dukungan yang dapat diberikan sesuai kewenangan dapat terus diarahkan untuk membantu pelayanan Rumah Sakit Imanuel,” ujar Elietes.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, gereja, yayasan, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar pelayanan Rumah Sakit Imanuel dapat berjalan secara berkelanjutan serta mendukung sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP GIDI, Pdt. Gandius Enumbi, S.Th., menyampaikan bahwa Rumah Sakit Imanuel merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan pelayanan GIDI.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan Rumah Sakit Imanuel sempat terhenti selama kurang lebih empat tahun. Namun, pada tahun 2026, pelayanan tersebut kembali diaktifkan melalui dukungan berbagai pihak.

“Pada tahun 2026 ini, Tuhan membuka jalan untuk mengaktifkan kembali rumah sakit ini. Kami melihat bagaimana Tuhan menggerakkan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Dinas Kesehatan, para pimpinan daerah, serta berbagai pihak untuk membantu melengkapi kebutuhan pelayanan,” ungkapnya.

Pdt. Gandius menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya atas perhatian dan dukungan yang diberikan dalam proses pengaktifan kembali Rumah Sakit Imanuel.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah beserta Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah atas dukungan, perhatian, dan sinergi yang diberikan dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Imanuel.

Apresiasi turut disampaikan kepada pimpinan gereja, 12 Klasis GIDI, para dokter dan tenaga kesehatan, jemaat, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses pengaktifan kembali Rumah Sakit Imanuel.

Pdt. Gandius berharap Rumah Sakit Imanuel tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang menghadirkan kasih, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Harapan kami, banyak orang datang bukan hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jasmani, tetapi juga dapat mengenal kasih Tuhan melalui pelayanan yang dilakukan di tempat ini. Visi penginjilan GIDI belum selesai dan pelayanan ini kiranya terus berjalan sampai Tuhan Yesus datang,” tuturnya.

Sinergi untuk Pelayanan Kesehatan yang Berkelanjutan
Pengaktifan kembali Rumah Sakit Imanuel menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, gereja, yayasan, tenaga kesehatan, jemaat, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengaktifan kembali Rumah Sakit Imanuel.

Dengan semangat kebersamaan, Rumah Sakit Imanuel diharapkan dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Puncak Jaya.

Pengaktifan kembali pelayanan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, gereja, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, berkesinambungan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Tuhan memberkati setiap pelayanan dan pengabdian bagi masyarakat Kabupaten Puncak Jaya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Puncak Jaya Gelar Rapat Besar, Bupati Yuni Wonda Tegaskan Pentingnya Pemutakhiran Data Honorer dan CPNS Formasi 2024

MULIA, 24 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menggelar rapat pengecekan dan peninjauan keaktifan…

2 jam ago

Golkar Kota Jayapura Gelar Pelantikan Akbar, Abisai Rollo Tegaskan Konsolidasi Harus Menyentuh Distrik, Kelurahan, dan Kampung

JAYAPURA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Jayapura menggelar pelantikan akbar Pengurus Pimpinan Distrik, Pimpinan…

2 jam ago

60 Petani dan Warga Hadiri Penguatan Ketahanan Pangan di Wonorejo, Pemerintah Dorong Peran Adat dan Kelompok Tani

KEEROM — Kegiatan penguatan ketahanan pangan dan sinergitas program pertanian dilaksanakan di kediaman Ketua Kelompok…

2 jam ago

Polres Intan Jaya, Pemkab dan Kejari Nabire Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Sinergi Penanganan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

INTAN JAYA – Kepolisian Resor Intan Jaya bersama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Kejaksaan Negeri…

9 jam ago

Polres Puncak Jaya Serahkan Bantuan Sembako kepada Tokoh Agama

PUNCAK JAYA – Polres Puncak Jaya menyerahkan bantuan sembako kepada Ketua Klasis GIDI Nalime di…

10 jam ago

FEKDI x IFSE 2026: Papua Torehkan Prestasi Nasional, Digitalisasi dan Pengendalian Inflasi Makin Diperkuat

JAKARTA – Provinsi Papua kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui penguatan digitalisasi ekonomi daerah…

10 jam ago