Pemkab Lanny Jaya Gelar FGD Penyusunan Kajian Agrowisata Kopi 2026

- Penulis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIOM, 1 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mulai serius menggarap potensi kopi sebagai kekuatan baru sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Kawasan Agrowisata Kopi Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Lanny Jaya, Tiom, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Lanny Jaya Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menggali potensi, menyusun konsep, sekaligus merumuskan strategi pengembangan kawasan agrowisata kopi yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Sekretaris Bapperida Lanny Jaya Robert Kamo, SP, yang mewakili Kepala Bapperida selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa FGD digelar sebagai bagian dari proses penyusunan kajian kawasan agrowisata kopi yang diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan.

Menurutnya, kajian tersebut diarahkan untuk menentukan konsep pengembangan agrowisata kopi yang sesuai dengan potensi lokal, merancang model pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, serta menghasilkan arah kebijakan dan strategi yang dapat menjadi acuan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.

Wiringgambut Dipilih sebagai Kawasan Prioritas

Dalam sambutan Bupati Lanny Jaya yang dibacakan Sekda Tendien Wenda, pemerintah daerah menilai agrowisata memiliki peluang besar untuk menggabungkan kekuatan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata, serta budaya masyarakat.

Lanny Jaya sendiri memiliki potensi komoditas perkebunan yang melimpah, salah satunya kopi. Karena itu, Distrik Wiringgambut dipilih sebagai model sekaligus lokasi prioritas pengembangan kawasan agrowisata kopi.

“Potensi ini, bila dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor pembangunan lainnya,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Pemilihan Wiringgambut juga bukan tanpa dasar. Kawasan tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lanny Jaya sebagai salah satu kawasan strategis, khususnya untuk pengembangan agrowisata kopi.

Dengan kondisi alam yang mendukung, perkebunan kopi yang potensial, serta kekayaan budaya masyarakat, Wiringgambut dinilai memiliki modal penting untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis perkebunan.

Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Pemkab Lanny Jaya ingin pengembangan agrowisata kopi tidak berhenti pada pembangunan sebuah destinasi wisata. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi model pembangunan yang mampu menghubungkan sektor pariwisata dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Konsep yang didorong adalah community based tourism, di mana masyarakat lokal menjadi bagian utama dalam pengelolaan kawasan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas wisata, pengelolaan perkebunan, penyediaan produk lokal, hingga berbagai layanan pendukung pariwisata.

“Agrowisata Kopi nantinya bukan hanya sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebuah konsep pembangunan yang memadukan potensi alam, perkebunan, dan budaya masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkenalkan produk kopi lokal kepada masyarakat luas, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan budaya.

FGD Diharapkan Melahirkan Rekomendasi Konkret

Pemerintah daerah menyadari bahwa membangun kawasan agrowisata tidak mudah. Sejumlah tantangan masih harus dijawab, mulai dari perencanaan, infrastruktur, pengelolaan kawasan, pemasaran, hingga menjaga keberlanjutan ekosistem perkebunan dan pariwisata.

Karena itu, FGD menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan menghimpun gagasan dari berbagai perspektif.

Bupati mengajak seluruh peserta untuk aktif menyampaikan pandangan, ide, serta solusi konstruktif agar kajian yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan.

Peserta FGD berasal dari berbagai unsur, antara lain pimpinan organisasi perangkat daerah, Kepala Distrik Wiringgambut, para kepala kampung di wilayah Wiringgambut, DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda.

Keberagaman peserta tersebut diharapkan dapat memperkaya hasil kajian sehingga pengembangan agrowisata kopi tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, budaya, lingkungan, tata ruang, dan kepentingan masyarakat lokal.

Jadi Dasar Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Bapperida Kabupaten Lanny Jaya yang telah melihat potensi kopi sebagai sektor yang layak dikaji dan dikembangkan secara serius.

Hasil kajian nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan daerah, tetapi juga dapat menjadi bahan pendukung Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pengembangan agrowisata kopi.

“Dokumen yang dihasilkan nantinya dapat digunakan juga untuk mendukung data yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya sebagai bahan koordinasi ke pemerintah pusat agar Lanny Jaya bisa mendapat perhatian, khususnya dalam pengembangan agrowisata kopi,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kegiatan FGD ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Lanny Jaya Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran Bapperida Kabupaten Lanny Jaya.

Pemkab Lanny Jaya berharap kajian yang disusun mampu menjadi pijakan bagi pembangunan kawasan agrowisata kopi yang produktif, berdaya saing, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika konsep tersebut berhasil diwujudkan, Wiringgambut tidak hanya dikenal sebagai kawasan perkebunan kopi, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu wajah baru pariwisata Lanny Jaya yang mengangkat kekayaan alam, kopi lokal, dan budaya masyarakat sebagai satu kesatuan.

FGD Penyusunan Kajian Kawasan Agrowisata Kopi Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya sebagai langkah awal menuju pengembangan kawasan yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dan pembangunan berkelanjutan di daerah.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemda Lanny Jaya

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru