Papua Pegunungan Gelar Sosialisasi Beasiswa ADIK dan AMN 2026 di Wamena

Wamena, 11 Februari 2026 – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan menggelar sosialisasi Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) dan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Tahun 2026 di Hotel Baliem Pilamo, Wamena. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan, Lukas W. Kosay, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo.

Sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua Pegunungan.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Pegunungan John Tabo yang dibacakan oleh Lukas W. Kosay, ditegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar peningkatan kapasitas akademik, melainkan jalan menuju transformasi sumber daya manusia. Melalui program ADIK dan AMN, generasi muda Papua Pegunungan diharapkan memperoleh kesempatan belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga mampu bersaing secara nasional dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang. Melalui program ADIK dan AMN, kita ingin memastikan bahwa anak-anak Papua Pegunungan tidak hanya bersekolah, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kompetensi yang mumpuni. Mereka inilah yang akan menjadi tulang punggung pembangunan di masa depan,” demikian isi sambutan Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan, Simon Sembor, menyampaikan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti kopi, alpukat, dan wortel. Namun, pengelolaan potensi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul dan terdidik.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi beasiswa afirmasi pendidikan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan dan profesional.

“Kami menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini terus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Memang masih ada kendala yang dihadapi adik-adik kita yang bersekolah di luar Papua, mulai dari kuota yang terbatas hingga masalah tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Dengan sosialisasi ini, kita berupaya memperbaiki hal-hal tersebut,” jelasnya.

Simon menambahkan, peserta dari delapan kabupaten diharapkan dapat melanjutkan sosialisasi di daerah masing-masing, sekaligus melakukan seleksi bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada anak-anak Papua untuk mengakses pendidikan tinggi.

Dari tingkat pusat, Anggota Tim Teknis sekaligus PIC Program Beasiswa ADIK pada Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Yonny Koesmaryono, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas Presiden RI bagi enam provinsi di Tanah Papua.

“Kami melakukan sosialisasi serentak di enam provinsi agar siswa-siswa terbaik dari setiap kabupaten bisa mengikuti seleksi ADIK maupun AMN. Papua memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tetapi jika tidak dipersiapkan sumber daya manusianya, maka akan terjadi ketimpangan. Karena itu kami mengundang siswa-siswa terbaik untuk belajar di perguruan tinggi yang telah ditetapkan sebagai pengelola program ADIK dan AMN,” ujarnya.

Yonny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota kepada Presiden. Selain itu, terbuka pula peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan studi pascasarjana, baik S2 maupun S3, melalui beasiswa LPDP di dalam maupun luar negeri.

“Mudah-mudahan keberlanjutan program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan seluruh masyarakat Papua, sehingga dapat dilaksanakan dengan penuh komitmen dan integritas,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi Papua Pegunungan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Melalui program ADIK dan AMN, diharapkan generasi muda Papua Pegunungan memiliki kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan tinggi serta berperan aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26…

2 jam ago

BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

WAMENA – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Papua Pegunungan masih menjadi perhatian, karena berdampak terhadap…

6 jam ago

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

WAMENA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas penerbangan di…

6 jam ago

BKPPD Puncak Jaya Matangkan Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Didorong Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas

MULIA, 26 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan…

7 jam ago

Pemkab Puncak Jaya Mulai Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Ambil Training Kit Sebagai Tahap Awal Pembentukan ASN Profesional

MULIA, 24 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan…

7 jam ago

SMP Negeri 1 Nabire Barat Juara Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup I 2026, Taklukkan SMP Negeri 5 Nabire dengan Skor Tipis di Final

NABIRE – SMP Negeri 1 Nabire Barat keluar sebagai juara Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua…

7 jam ago