Panglima Kodap I Mamta Agus Kres Minta Deklarasi Zona Damai di Tapal Batas RI-PNG Segera Digelar

- Penulis

Minggu, 17 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Agus Kres mengaku mendapatkan desakan dari masyarakat terkait Deklarasi Zona Damai di wilayah tapal batas RI-PNG, yang harus segera dilaksanakan.

Sebab itu, Agus Kres mengundang tiga tokoh dari markas Victoria untuk datang dan menyampaikan secara langsung soal dukungan deklarasi tersebut.

“Intinya kami mendukung program deklarasi zona damai wilayah tapal batas RI-PNG dan deklarasi zona damai ini harus segera dicepatkan dan didukung oleh Pemda Keerom karena kalau terlambat maka perang akan terjadi seperti yang telah disampaikan para tokoh,” ungkap Agus Kres, Minggu (17/3/2024).

Menurut Agus Kres, Deklarasi Zona Damai di wilayah perbatasan RI-PNG ini, bukan dibuat oleh negara melainkan rakyat dari tiga suku yaitu Manem, Menanggi dan Hoffi yang berada di antara kedua negara (RI-PNG).

“Jadi kami ini sebagai anak negeri dan pimpinan Organisai Papua Merdeka (OPM) sayang kepada masyarakat maka deklarasi ini harus segera dibuat,” tegasnya lagi.

Agus Kres sendiri sudah membuat proposal, namun ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan oleh para tokoh bersangkutan.

“Saya akan serahkan perbaikan proposal itu kepada mereka dan nantinya diserahkan kepada para petinggi,” terang dia.

Pangkodap 1 Mamta itu memperkirakan ada sekitar 100 orang peserta dari RI-PNG yang bakal hadir dalam Deklarasi Zona Damai nanti.

“Para peserta ini mereka berada di tanahnya yang sedang berkonflik, sehingga hanya melalui deklarasi ini lah yang akan memadamkan ini semua permasalahan maka itu harus harus disegerakan,” tukasnya.

Dalam kesempatan ini, Agus Kres menghimbau masyarakat Keerom, khususnya di wilayah tapal batas untuk menjaga kamtibmas serta mendukung deklarasi zona damai tersebut. (*)

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat
Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan
Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena
Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIT

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIT

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru