Pabrik Cap Tikus Ilegal Terbongkar di Jalur Trans Wamena–Jayapura

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayawijaya, 29 Agustus 2025 — Satuan Reserse Narkoba Polres Jayawijaya berhasil mengungkap aktivitas produksi minuman keras lokal jenis Ballo Suling Cap Tikus (CT) yang dilakukan secara ilegal di sebuah rumah di Jalan Pikhe, jalur Trans Wamena–Jayapura. Operasi ini dilakukan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.10 WIT, setelah tim menerima informasi dari masyarakat.

Penggerebekan dilakukan oleh anggota Satres Narkoba yang langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan adanya aktivitas mencurigakan. Di tempat kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa alat produksi dan bahan baku minuman keras lokal.

 Kronologi Pengungkapan
– 08.50 WIT: Tim Satres Narkoba menerima informasi dan melakukan pengembangan.
– 09.05 WIT: Petugas tiba di lokasi dan melakukan penggeledahan.
– 09.25 WIT: Satu orang pria diamankan bersama barang bukti.
– 09.35 WIT: Tersangka dibawa ke kantor Satres Narkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 Barang Bukti yang Diamankan
– 2 kompor merk Hock 32 sumbu
– 2 dandang berisi Ballo Suling
– 1 ember biru berkapasitas ±100 liter berisi rendaman Ballo

Tersangka yang diamankan diketahui bernama Nuhardi, warga Jalan Pikhe, Trans Wamena–Jayapura, kelahiran Siwa, 1 Juli 1977. Ia berprofesi sebagai wiraswasta dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait kepemilikan dan aktivitas produksi minuman keras tersebut.

 Langkah Pencegahan
Kasatres Narkoba Polres Jayawijaya, Iptu, J.B. Saragih mengtakan Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya Satres Narkoba Polres Jayawijaya dalam mencegah peredaran minuman keras lokal yang kerap menjadi pemicu gangguan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan lapangan untuk menekan peredaran narkotika dan minuman keras, baik lokal maupun berlabel, di wilayah hukum Jayawijaya.

“Kami berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Produksi ilegal seperti ini harus dihentikan demi masa depan yang lebih aman,” tegasnya

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Tangis Pecah di Nabire, 11 Korban Kebakaran Paniai Dimakamkan Bersama
Identitas Korban Kebakaran Paniai Terkuak, Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Dana Otsus Tahap II Terancam Tertunda, Wamendagri Ribka Haluk Tegur Pemda
Latfor dan DVI Polda Papua Turun Tangan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda
Kopi Puncak Jaya Resmi Diperkenalkan di Bandung, Buka Peluang Pasar Nasional
Kasus Pencurian Tuntas, Barang Bukti Dikembalikan ke Dukcapil Puncak Jaya
Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi AIDS, TBC, dan Malaria
30 Personel Dukcapil Jemput Bola Layani Administrasi di Distrik Ilu

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIT

Tangis Pecah di Nabire, 11 Korban Kebakaran Paniai Dimakamkan Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 08:55 WIT

Identitas Korban Kebakaran Paniai Terkuak, Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Rabu, 9 September 2026 - 06:45 WIT

Dana Otsus Tahap II Terancam Tertunda, Wamendagri Ribka Haluk Tegur Pemda

Rabu, 9 September 2026 - 06:23 WIT

Latfor dan DVI Polda Papua Turun Tangan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda

Selasa, 8 September 2026 - 16:29 WIT

Kopi Puncak Jaya Resmi Diperkenalkan di Bandung, Buka Peluang Pasar Nasional

Berita Terbaru