Daerah

MRP Papua Tengah Dorong Gubernur Hadirkan Paslon untuk Rekonsiliasi di Puncak Jaya

Puncak Jaya, 9 April 2025 – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menegaskan bahwa kedua pasangan calon (paslon) Bupati Puncak Jaya harus bertanggung jawab atas konflik pasca Pilkada yang telah menelan korban jiwa dan memicu kerusakan besar di wilayah tersebut.

Konflik yang terjadi antara pendukung paslon nomor urut 1, Yuni Wonda – Mus Kogoya, dan paslon nomor urut 2, Miren Kogoya – Mendi Wonorengga, telah mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, lebih dari 600 orang luka-luka, serta ratusan rumah terbakar. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat perang yang berulang kali terjadi.

Desakan untuk Perdamaian

Agustinus mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk segera menghadirkan kedua paslon ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, guna menyelesaikan konflik yang terus berlanjut. Ia menilai bahwa kunci perdamaian ada di tangan kedua paslon, bukan semata-mata pada pemerintah daerah atau aparat keamanan.

“Kedua paslon harus hadir di Mulia untuk menyelesaikan masalah ini. Jika mereka tidak mau datang, maka harus diambil tindakan tegas, bahkan dengan cara paksa, demi menyelamatkan rakyat Puncak Jaya,” ujar Agustinus.

Korban Terus Berjatuhan

Agustinus menyoroti bahwa konflik ini telah memakan korban jiwa dan menguras sumber daya pemerintah daerah dalam upaya mendamaikan kedua kubu. Ia juga mengkritik kedua paslon yang dinilai tidak menghargai upaya perdamaian yang dilakukan oleh Pj Bupati Puncak Jaya, TNI, dan Polri.

Tegas dan Tidak Main-Main

Sebagai pimpinan lembaga kultur, Agustinus mendukung penuh langkah tegas untuk menghadirkan kedua paslon ke Mulia. “Paslon bupati tidak boleh bersembunyi di Jakarta atau daerah lain. Mereka harus bertanggung jawab atas pengorbanan nyawa dan kerugian yang terjadi,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kepentingan sesaat yang hanya memperburuk situasi. “Kedamaian adalah hal yang paling penting untuk menyelamatkan rakyat kecil yang menjadi korban konflik ini,” pungkasnya.

Dengan dukungan dari MRP, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, diharapkan konflik ini dapat segera berakhir, sehingga masyarakat Puncak Jaya dapat kembali hidup dalam damai.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kapolda Papua Tengah Turunkan Tim Khusus Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda

Paniai — Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menurunkan tim yang di pimpin Dirreskrimum…

1 jam ago

Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN, Menteri ATR/BPN Dorong SDM Profesional dan Berintegritas

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 568…

5 jam ago

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya…

5 jam ago

Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong perpustakaan di daerah itu bertransformasi…

6 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar untuk 1.674 Mahasiswa

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan…

7 jam ago

Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Papua Tengah, Dorong Tata Kelola Transparan

Nabire — Polda Papua Tengah menerima kunjungan tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri untuk pelaksanaan…

10 jam ago