Wamena, 29 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menggencarkan razia terhadap berbagai aktivitas negatif di Kota Wamena sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi misi “Kota Dani: Aman, Nyaman, dan Indah”.
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah sejak awal masa kepemimpinan mereka.
“Kami sudah menyampaikan sejak kampanye dan debat bahwa kami berkomitmen menciptakan kedamaian di Wamena. Karena itu, razia terhadap aktivitas seperti konsumsi minuman keras, penyalahgunaan ganja, dan praktik prostitusi terus kami lakukan,” ujar Ronny Elopere.
Menurutnya, kegiatan razia ini bukan hanya dilakukan sesaat, tetapi telah menjadi bagian dari program kerja sejak 100 hari pertama masa jabatan. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa penertiban akan terus ditingkatkan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penutupan permanen area Taman Salib atau Tugu Salib dari aktivitas non-religius. Pemerintah melarang segala bentuk kegiatan seperti berkumpul, berjualan kopi dan pinang, serta membakar jagung di area tersebut.
“Mulai hari ini, Taman Salib kami khususkan untuk kegiatan religius. Kami tidak ingin tempat ini digunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai,” tegas Ronny.
Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan kota. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada situasi keamanan yang kondusif.
Ronny menambahkan bahwa langkah ini diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan minuman keras yang telah disahkan bersama DPRD Jayawijaya. Meski belum semua anggota dewan dapat hadir dalam kegiatan razia karena kesibukan menjelang Natal, ia memastikan sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus ditingkatkan.
Dalam razia terbaru, petugas menemukan sejumlah minuman keras lokal jenis “Milo” atau cap Tikus di beberapa lokasi. Pemerintah juga tengah menyelidiki aktivitas sejumlah perempuan yang diduga menjual minuman keras dengan kedok berjualan makanan.
Sementara itu, Wakapolres Jayawijaya, Kompol F.D. Tamaela, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian bersama TNI, Satpol PP, dan aparat lainnya tengah menjalankan Operasi Lilin selama 14 hari untuk menjaga keamanan jelang Natal dan Tahun Baru.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, baik saat beribadah, berbelanja, maupun berwisata. Ini adalah tugas pokok kami, dan kami akan terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Tamaela.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi menciptakan suasana yang damai dan nyaman di Kota Wamena.
WAMENA, 21 April 2026 – Suasana penuh warna dan keceriaan tampak mewarnai peringatan Hari Kartini…
Puncak Jaya, Papua – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya berhasil melumpuhkan satu…
TIOM – Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, ST., membuka secara resmi kegiatan Forum…
NABIRE - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan…
WAMENA, 20 April 2026 – Lautan manusia memadati Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4),…
Oksibil, Papua Pegunungan — Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil…