Papua

Literasi Dasar Jadi Alarm, Bupati Yapen Siapkan Pembenahan Total

YAPEN-Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, angkat bicara menanggapi sorotan publik terkait kondisi pendidikan di daerahnya setelah beredar informasi sekitar 60 persen murid sekolah dasar (SD) naik kelas namun belum mampu membaca dan menulis.

Bupati menegaskan bahwa, informasi tersebut tidak dapat dipahami sebagai gambaran menyeluruh pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Data tersebut berasal dari evaluasi terbatas yang dilakukan Yayasan Rumsram Biak atas permintaan langsung pemerintah daerah sebagai langkah koreksi internal untuk mengetahui kondisi riil proses belajar mengajar di lapangan.

“Ini permintaan saya untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar berjalan. Kita harus tahu kondisi riil di lapangan,” tegasnya, Sabtu (14/2/26).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menilai penarikan kesimpulan umum dari data terbatas tersebut tidak memenuhi prinsip objektivitas metodologi dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Evaluasi tersebut bukan survei komprehensif seluruh sekolah, melainkan alat ukur awal untuk menentukan arah kebijakan pembenahan pendidikan.

Menurut Bupati, kondisi kemampuan literasi dasar siswa merupakan akumulasi persoalan selama lima hingga sepuluh tahun terakhir.

“Kondisi hari ini adalah cerminan dari proses beberapa tahun lalu. Jadi ini bukan masalah yang baru terjadi sekarang,” ujarnya.

Hasil evaluasi menjadi dasar pemerintah daerah melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari input, proses hingga output pendidikan.

Fokus utama pemerintah adalah penertiban tenaga pendidik. Bupati menyoroti ketidakhadiran guru di tempat tugas sebagai persoalan mendasar, di mana sebagian guru yang seharusnya mengajar di kampung justru tinggal di kota dengan alasan nota dinas.

“Kalau ditugaskan di kampung, harus mengajar di kampung sesuai SK. Tidak bisa menggunakan nota dinas untuk tinggal di kota. Ini yang akan kita tertibkan,” tegasnya.

Seluruh guru akan dikembalikan ke tempat tugas sesuai Surat Keputusan (SK) dan guru yang tidak melaksanakan kewajibannya akan dikenai sanksi tegas hingga pemberhentian.

“Guru yang tidak mau mengajar dan tidak bisa diatur, lebih baik kita berhentikan,” tegas Bupati.

Selain itu pemerintah menetapkan prinsip bahwa siswa yang belum mampu membaca dan menulis tidak boleh dinaikkan kelas.

“Jangan naik kelas asal-asalan. Didik sampai benar-benar bisa membaca dan menulis, baru naik kelas,” katanya.

Terkait sorotan yang menjadi viral, bupati meminta masyarakat tidak memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan politik.

“Ini bukan untuk provokasi. Ini bagian dari upaya kita memperbaiki pendidikan di Yapen,” tegasnya.
“Jangan sok jadi pahlawan, karena program itu saya yang dorong untuk mengevaluasi potret pendidikan di Yapen,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan evaluasi pendidikan merupakan langkah keterbukaan pemerintah dalam melihat kondisi riil untuk diperbaiki, bukan untuk membangun stigma negatif terhadap daerah. Oleh karena itu, penggiringan opini seolah-olah data evaluasi terbatas tersebut adalah gambaran menyeluruh kondisi pendidikan dinilai tidak proporsional dan cenderung tendensius.

Kritik tetap dihargai sebagai bagian kontrol publik, namun harus berbasis data utuh dan metodologi jelas agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat serta tidak merugikan peserta didik, sekolah, maupun tenaga pendidik.

Sebagai langkah konkret pembenahan, pemerintah daerah melakukan:

Penertiban guru sesuai SK penempatan

Larangan penggunaan nota dinas untuk meninggalkan tugas

Pemberian sanksi tegas bagi tenaga pendidik yang tidak melaksanakan kewajiban

Kenaikan kelas berbasis penguasaan kemampuan dasar

Pengawasan langsung ke sekolah dan kampung-kampung

Peningkatan sarana prasarana sesuai kemampuan fiskal daerah

Bupati menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pelayanan publik bersama sektor kesehatan. Pemerintah daerah juga akan turun langsung memastikan kehadiran guru dan kualitas pembelajaran berjalan baik.

“Mulai pekan depan saya akan turun langsung memastikan guru ada di tempat. Kita ingin kualitas pendidikan Yapen benar-benar berubah,” pungkasnya.

Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan serta mengajak seluruh pihak menyampaikan informasi secara berimbang demi kepentingan masa depan generasi Yapen.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Puncak Jaya Dukung Pengaktifan Kembali RS Imanuel, Sinergi Pemerintah dan Gereja Perkuat Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat

MULIA, 25 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mendukung pengaktifan kembali pelayanan Rumah Sakit…

36 menit ago

Pemkab Puncak Jaya Gelar Rapat Besar, Bupati Yuni Wonda Tegaskan Pentingnya Pemutakhiran Data Honorer dan CPNS Formasi 2024

MULIA, 24 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menggelar rapat pengecekan dan peninjauan keaktifan…

1 jam ago

Golkar Kota Jayapura Gelar Pelantikan Akbar, Abisai Rollo Tegaskan Konsolidasi Harus Menyentuh Distrik, Kelurahan, dan Kampung

JAYAPURA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Jayapura menggelar pelantikan akbar Pengurus Pimpinan Distrik, Pimpinan…

2 jam ago

60 Petani dan Warga Hadiri Penguatan Ketahanan Pangan di Wonorejo, Pemerintah Dorong Peran Adat dan Kelompok Tani

KEEROM — Kegiatan penguatan ketahanan pangan dan sinergitas program pertanian dilaksanakan di kediaman Ketua Kelompok…

2 jam ago

Polres Intan Jaya, Pemkab dan Kejari Nabire Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Sinergi Penanganan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

INTAN JAYA – Kepolisian Resor Intan Jaya bersama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Kejaksaan Negeri…

9 jam ago

Polres Puncak Jaya Serahkan Bantuan Sembako kepada Tokoh Agama

PUNCAK JAYA – Polres Puncak Jaya menyerahkan bantuan sembako kepada Ketua Klasis GIDI Nalime di…

9 jam ago