Daerah

Lakukan Monitoring Mahasiswa Asal Puncak Jaya, Staf Ahli DAUD: Tahun 2025 Mahasiswa Jadi Prioritas Utama

BANDUNG-Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya kembali melakukan evaluasi terhadap pembangunan generasi mudanya agar benar-benar menjalankan pendidikan dengan baik di kota studi. Tim yang ditunjuk Pj. Bupati Puncak Jaya Dr. Tumiran langsung melakukan monitoring kepada mahasiswa mengenai perkembangan mahasiswa sekaligus melakukan pendataan aset(Asrama/kontrakan dan fasilitas lainnya) khususnya untuk zona Jawa Barat dan sekitarnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Selaku Ketua Tim monitoring Daud T. Wendamily, SH, M.KP didampingi Kepala Inspektorat Drs. M. Akhyar mengatakan dari hasil pemantauannya mengaku prihatin.

“Berdasarkan hasil monitoring yang dilaksanakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti Asrama/kontrakan mahasiswa(i) kota studi Kabupaten Cimahi dan Bandung sangat memprihatinkan baik segi bangunan maupun isinya kurang layak bagi anak-anak kami. Mahasiswa kami di Kota Bandung saat ini numpang dengan kontrakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Lanny Jaya. Adapun Biaya kontrakan yang dibantu Pemda tidak cukup karena harga kontrakan di Bandung sekitarnya diatas Rp. 60 juta/Tahun baik putra maupun putri.” akunya.

Dengan kondisi seperti ini, Staf Ahli Bupati Daud mengharapkan harus ada perhatian serius baik pimpinan maupun OPD teknis. “Hasil Pemantauan ini akan menjadi bahan laporan dan evaluasi kepada Pj. Bupati bersama DPRD dan jajaran. Saya harapkan pada perubahan Tahun 2024 ini atau Tahun 2025 yang akan datang dijadikan prioritas utama adalah mahasiswa kota studi bandung dan sekitarnya untuk dibantu soal fasilitas asrama permanen” ujarnya.

Lanjut, Dirinya menambahkan Pemerintah Daerah perlu menyediakan kontrakan yang nyaman dan layak serta fasilitas untuk mahasiswa belajar antar kota Bandung dan Cimahi. Selain itu Ia meminta lokasi strategis yang bisa dijangkau kedua kota studi tersebut dan tentunya melengkapi keperluan yang dibutuhkan oleh mahasiswa seperti komputer, printer, wifi atau indihome. Kendati demikian pihaknya mengakui bahwa tahun 2024 ini adalah tahun politik yang diakui banyak anggaran terserap untuk mendanai Pesta demokrasi Pilpres, Pileg dan Pemilukada nantinya.

“Nanti perlu juga dipertimbangkan untuk kedepannya seperti untuk membeli tanah untuk membangun asrama sebagai Aset Pemda Puncak Jaya” jelasnya.

Menutup wawancaranya, Daud berpesan agar para Mahasiswa asal Puncak Jaya tetap bersemangat dan tekun menimba ilmu meski jauh dari orang tua dan kampung halaman serta tetap menjaga etika dan menjunjung tinggi tata krama dimanapun mereka berada.(Bram)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat

PUNCAK – Polres Puncak menggelar nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol…

4 jam ago

Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban

TIMIKA – Menjelang laga final Piala Dunia yang akan digelar pada Senin (20/7/2026) pagi, Kapolres…

11 jam ago

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika

TIMIKA – Turnamen Badminton Kapolda Papua Tengah Cup 2026 tingkat SD, SMP, dan SMA resmi…

13 jam ago

Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pendukung…

13 jam ago

Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire

NABIRE – Polda Papua Tengah sukses menyelenggarakan Lomba Balap Perahu Mesin Tempel 15 PK dalam…

15 jam ago

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago