Daerah

KPU Dituding Jadi Penyebab Konflik di Lanny Jaya, Aminastri Kogoya: Tudingan Tidak Mendasar dan Kami Bekerja Sesuai Hukum dan Aturan

TIOM – Ketua KPU Lanny Jaya, Aminastri Kogoya, menyayangkan pernyataan Pj Bupati Lanny Jaya, Alpius Yigibalom, yang menyebut KPU Lanny Jaya sebagai penyebab kekacauan yang terjadi di wilayah tersebut. Aminastri menegaskan bahwa KPU sebagai penyelenggara telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan dan pedoman yang ada.

Menurut Aminastri, Pj Bupati Lanny Jaya sebagai Pembina keamanan seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan. “Jika merasa dirugikan, sepatutnya menempuh jalur hukum yang ada sehingga menjadi pedoman bagi masyarakat,” ujarnya.

Aminastri Kogoya mengungkapkan beberapa poin penting dalam tanggapannya. Pertama, ia menilai bahwa Pj Bupati Lanny Jaya tidak menunjukkan dirinya sebagai pejabat bupati yang bertanggung jawab untuk mensukseskan agenda nasional, yaitu pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota di seluruh Indonesia. Kedua, pernyataan sepihak yang disampaikan oleh Pj Bupati Lanny JKaya dinilai tidak berdasar dan tidak sesuai dengan norma hukum.

“Bapak Alpius secara membabi buta menyerang KPU sebagai lembaga dan saya sebagai ketua KPU secara pribadi, menyudutkan kinerja kami yang tidak beraturan, serta menyampaikan bahwa konflik bisa terjadi seolah-olah karena ulah KPU,” tegas Aminastri. Ia menambahkan bahwa KPU melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk teknis dalam PKPU dan keputusan KPU Republik Indonesia.

Aminastri juga menjelaskan bahwa sistem noken dilakukan di tingkat TPS pada hari H pemilihan, dan tidak ada kesepakatan kedua, ketiga, atau keempat setelah itu. “Kami bekerja sesuai dengan pedoman yang ada dan membatalkan atau melakukan perbaikan demi hukum jika terjadi selisih angka,” jelasnya.

Ia mendesak Pj Bupati untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lanny Jaya dan menempatkan diri sebagai pemimpin yang tidak mengadu domba masyarakat. Aminastri juga mengklarifikasi isu yang beredar di WhatsApp Group dan media sosial bahwa dirinya memimpin pleno dalam keadaan dipengaruhi alkohol atau miras. “Saya menolak dengan tegas tuduhan tersebut dan akan memproses hukum penyebar hoax tersebut,” tutupnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Satgas Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum di Wilayah Puncak Jaya

Puncak Jaya, Papua – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya berhasil melumpuhkan satu…

2 jam ago

Wakil Bupati Lanny Jaya Resmi Buka Forum OPD RKPD 2027: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Terarah

TIOM – Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, ST., membuka secara resmi kegiatan Forum…

4 jam ago

Ribka Haluk Bersyukur: Impian Bandara Douw Aturure Kini Jadi Kenyataan

NABIRE - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan…

9 jam ago

Satu Iman, Satu Kasih: 17 Denominasi Gereja Bersatu di Perayaan Injil Lembah Baliem

WAMENA, 20 April 2026 – Lautan manusia memadati Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4),…

23 jam ago

Operasi Gabungan di Pegunungan Bintang Berhasil Amankan DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek

Oksibil, Papua Pegunungan — Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil…

23 jam ago

ASN, Honorer, dan Ormas Bersatu: Momentum Kebersamaan Bangun Puncak Jaya Lebih Tangguh

Mulia, (Senin, 20/04)_Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos.,S.IP.,MM pimpin langsung apel gabungan.Dalam amanahnya, beliau…

1 hari ago