Korban Banjir Wamena Masih Kesulitan, Bantuan Mendesak Diperlukan

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 8 Mei 2025 – Dampak banjir terbesar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan , masih dirasakan oleh ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal, perkebunan, dan akses terhadap kebutuhan dasar. Hingga kini, bantuan yang dikirim belum sepenuhnya tersalurkan dengan baik, sehingga masyarakat terdampak masih kesulitan mendapatkan kebutuhan yang paling mendesak.

Anggota DPRP Papua Pegunungan, Fransina Daby , yang baru saja mengunjungi lokasi, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan belum berjalan maksimal , terutama dalam penyaluran stok beras yang tidak merata .

“Beras yang keluar dari posko umum dalam jumlah besar, tetapi saat tiba di masyarakat terdampak, satu keluarga hanya menerima 2-5 kg saja. Harus ada tim pengawas agar bantuan tidak hilang di tengah jalan,” tegas Fransina Daby , Kamis (8/5/2025) di Wamena.

Selain itu, ia menyoroti ketidaksesuaian data korban , yang menyebabkan banyak bantuan tidak tepat sasaran .

“Pemerintah harus turun langsung melakukan pendataan ulang agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tambahnya.

Saat ini, masyarakat terdampak menghadapi kesulitan besar , mulai dari kebutuhan pokok, sarana pendidikan yang rusak, hingga layanan kesehatan yang minim . Mereka berharap pemerintah segera bertindak , turun langsung ke lapangan, dan memastikan bahwa bantuan tepat sasaran .

*Kebutuhan Mendesak bagi Korban Banjir Wamena *

1. Bahan makanan:
– Beras dalam jumlah cukup bagi setiap keluarga
– Sayuran dan ubi, karena perkebunan tenggelam akibat banjir

2. Perlengkapan sekolah:
– Seragam, buku, tas, bolpoin, dan sepatu yang rusak akibat banjir

3. Peralatan kerja dan pertanian:
– Bibit tanaman untuk memulai kembali pertanian
– Alat kerja seperti sekop, parang, dan linggis yang berkarat

4. Pakaian dan kebutuhan bayi:
– Pakaian layak pakai bagi masyarakat terdampak
– Pakaian bayi dan popok yang masih sangat minim

5. Pelayanan kesehatan:
– Obat-obatan untuk mengatasi penyakit kulit akibat banjir
– Kehadiran dokter untuk menangani kondisi kesehatan warga

6. Kunjungan dan perhatian pemerintah:
– Pendataan ulang korban agar bantuan lebih efektif
– Kunjungan hingga malam hari untuk memastikan bantuan tepat sasaran

7. Sarana sosial dan kenyamanan:
– Alat olahraga untuk pemulihan psikologis warga
– Tempat perlindungan dari hujan yang turun setiap malam

8. Kerugian akibat banjir:
– Hewan ternak seperti babi banyak yang hanyut terbawa arus

Masyarakat berharap bahwa pemerintah segera meningkatkan koordinasi , memperbaiki sistem distribusi bantuan , serta memastikan kesejahteraan korban banjir agar mereka bisa segera bangkit dari dampak bencana.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat
Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban
Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika
Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas
Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire
PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum
Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona
Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:26 WIT

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:29 WIT

Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:27 WIT

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIT

Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:32 WIT

Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire

Berita Terbaru