Daerah

Konsultasi Publik AMDAL: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pendidikan Papua Cerah

JAYAPURA, 10 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Kegiatan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Acara tersebut dibuka oleh Pj. Sekda Papua, Christian Sohilait, ST., M.Si, mewakili Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.IK., MH.

Pesan Gubernur Papua

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Gubernur menekankan bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Forum ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, menerima masukan, serta membangun kesepahaman demi keberhasilan pembangunan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan masukan secara terbuka dan konstruktif, karena setiap pendapat memiliki nilai penting dalam penyempurnaan dokumen AMDAL.

AMDAL sebagai Instrumen Strategis

Penyusunan AMDAL disebut sebagai instrumen vital untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya secara komprehensif. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat dirancang sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pembangunan sekolah tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa mendatang.

Pendidikan sebagai Fondasi Papua Cerah

Gubernur menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama membangun masa depan Papua. Sekolah Rakyat hadir sebagai wujud nyata visi “Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni (Papua Cerah)”.

  • Cerdas: meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Sejahtera: pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
  • Harmoni: pembangunan yang menghargai nilai sosial, budaya, dan lingkungan hidup.

“Melalui pendidikan, kita mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, mencintai budaya dan tanah kelahirannya, serta mampu menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Sekda membacakan pesan Gubernur.

Harapan ke Depan

Kegiatan konsultasi publik ini menjadi bukti nyata keterbukaan pemerintah dalam merancang pembangunan yang inklusif. Pemerintah Papua berharap seluruh pihak dapat bersinergi, sehingga Sekolah Rakyat yang akan dibangun benar-benar menjadi pusat pembentukan generasi emas Papua yang cerdas, berkarakter, dan peduli lingkungan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Ketua PKK Tolikara Ny.Elisabet Wandik Terima Indonesia People’s Choice Awards 2026

BALI, 13 Juni 2026 – Kabupaten Tolikara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ketua Tim…

34 menit ago

11 Pejabat Baru, Papua Pegunungan Mantapkan Reformasi Birokrasi

WAMENA –11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengikuti Prosesi pengambilan…

14 jam ago

Bibit Ikan dan Pertanian, Harapan Baru untuk Keluarga Papua Tengah

Paniai, 12 Juni 2026 – Polda Papua Tengah kembali menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan masyarakat melalui…

17 jam ago

Bupati Tolikara Dorong Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah 300 Hektar

Jakarta – Bupati Tolikara, Willem Wandik, menyiapkan pengembangan lahan sawah seluas 300 hektar di Distrik…

17 jam ago

Rp2,7 Miliar Dana Otsus Disalurkan untuk Pembangunan Gereja di Nduga

Kenyam, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan keagamaan…

18 jam ago

Bupati Yoas Beon Salurkan Dana Otsus untuk Lapangan Terbang Mbua dan Yigi

Kenyam, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Perhubungan menyalurkan bantuan dana pembangunan…

19 jam ago