Tolikara, 14 Desember 2025 — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Tolikara menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Doa Pemulihan Total yang dipusatkan di Jemaat GIDI Ebenhaizer Karubaga. Kegiatan ini menghadirkan tokoh agama terkemuka sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk, sebagai pembicara utama.
Dengan mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dan subtema “Dengan Berkat Natal ASN/TNI/Polri Bersama Masyarakat Kabupaten Tolikara Mengalami Pertobatan dan Pemulihan Total Menyongsong Tahun 2026”, acara ini menjadi momentum spiritual yang kuat untuk refleksi dan pembaruan hidup.
Seruan Pertobatan dan Pemulihan dari Pdt. Lipiyus Biniluk
Dalam khotbahnya, Pdt. Lipiyus menekankan dua hal utama: pentingnya membaca Alkitab secara rutin di gereja maupun di rumah, serta membangun kehidupan doa yang sungguh-sungguh agar Allah mendengar dan menjawab permohonan umat-Nya.
“Pemulihan Tolikara harus dimulai dari keluarga. Bapa dan mama harus sehati, saling mengasihi, dan membimbing anak-anak dalam terang firman Tuhan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transformasi pribadi sebagai fondasi untuk membangun birokrasi yang bersih, pelayanan gereja yang kuat, serta pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai ilahi.
Tolikara Menuju Daerah Religi: Kota Injil yang Damai dan Sejahtera
Pdt. Lipiyus menyampaikan bahwa visi besar Tolikara sebagai daerah religi harus diwujudkan melalui kehidupan yang rukun, damai, dan bebas dari konflik. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pertumpahan darah di tanah Tolikara, karena daerah ini adalah Kota Injil — tempat di mana kasih, pengampunan, dan pengharapan harus menjadi dasar kehidupan bersama.
“Kehadiran Allah dalam keluarga, gereja, dan pemerintahan adalah kunci untuk menjadikan Tolikara sebagai proyek percontohan daerah damai dan sejahtera, bukan hanya di Papua, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi dari Bupati Willem Wandik
Bupati Tolikara, Willem Wandik, SE, MM, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pdt. Lipiyus atas kesediaannya hadir dan melayani masyarakat Tolikara di tengah kesibukannya. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kasih dan persatuan yang disampaikan dalam KKR ini harus menjadi semangat bersama dalam membangun Tolikara.
“Dengan persatuan yang kuat, kita yakin program-program pemerintah akan berhasil, terutama dalam pemberdayaan masyarakat, pembangunan gereja, dan peningkatan kesejahteraan di segala bidang,” tutur Bupati Willem.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung tinggi harmoni, kekompakan, dan semangat gotong royong demi mewujudkan Tolikara yang damai, religius, dan sejahtera.
Momen Spiritualitas dan Kebangkitan Bersama
Kegiatan KKR dan Doa Pemulihan Total ini menjadi momen penting bagi seluruh ASN, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat Tolikara untuk bersatu dalam doa dan harapan. Di tengah tantangan zaman, semangat Natal dihidupkan kembali sebagai cahaya yang memulihkan, menyatukan, dan menguatkan seluruh sendi kehidupan masyarakat Tolikara.
WAMENA, 21 April 2026 – Suasana penuh warna dan keceriaan tampak mewarnai peringatan Hari Kartini…
Puncak Jaya, Papua – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya berhasil melumpuhkan satu…
TIOM – Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, ST., membuka secara resmi kegiatan Forum…
NABIRE - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan…
WAMENA, 20 April 2026 – Lautan manusia memadati Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4),…
Oksibil, Papua Pegunungan — Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil…