Kasus Perjudian di Tolikara Masuki Tahap Baru, Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolikara, 25 April 2025 – Kepolisian Resor (Polres) Tolikara, Papua Pegunungan, resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus perjudian ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya setelah perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyerahan dilakukan pada Jumat (25/4/2025) dengan pengawalan ketat dan tanpa hambatan.

Kasat Reskrim Polres Tolikara, Iptu Muh. Mirwan, S.Tr.K , mengkonfirmasi bahwa tiga tersangka wanita berinisial L (36), ERA (35), dan HI (40) telah terbukti melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana diatur dalam Pasal 303 Ayat 1 . Ketiga tersangka dijerat dengan Subsider Pasal 303 Ayat 1 ke 2e , berdasarkan laporan polisi LP/A/01/I/2025/SPKT III/Res Tolikara yang dibuat pada 18 Januari 2025.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan oleh tiga anggota Polres Tolikara— Brigpol Hendrawan , Brigpol Arnold Patandung , dan Bripda Timotius Dimara . Barang bukti diserahkan langsung kepada JPU Nahdar Arwijaya Nasrullah, S.H. , di Kantor Kejaksaan Negeri Jayawijaya, tanpa kendala berarti sepanjang proses perjalanan dari Tolikara menuju Wamena.

“Ketiga tersangka kini resmi menjadi tahanan Kejaksaan. Kami bersyukur penyerahan tersangka dan barang bukti berjalan aman dan terkendali tanpa hambatan,” kata Iptu Muh. Mirwan.

Proses ini menunjukkan kerja sama yang baik antara Polres Tolikara dan Kejaksaan Negeri Jayawijaya dalam memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. Polres Tolikara berharap tindakan ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku perjudian serta menjadi langkah tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tolikara.

Penanganan kasus ini juga menjadi bukti komitmen pihak kepolisian dalam menindak segala bentuk tindak pidana, terutama yang merugikan masyarakat. Dengan penyelesaian perkara yang kini memasuki tahap berikutnya di Kejaksaan, diharapkan hukum dapat ditegakkan secara transparan dan adil untuk memberikan kepastian kepada semua pihak terkait.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: Polres Tolikara

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober
BKPPD Puncak Jaya Matangkan Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Didorong Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
Pemkab Puncak Jaya Mulai Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Ambil Training Kit Sebagai Tahap Awal Pembentukan ASN Profesional
SMP Negeri 1 Nabire Barat Juara Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup I 2026, Taklukkan SMP Negeri 5 Nabire dengan Skor Tipis di Final
Polres Dogiyai Dekatkan Polisi dan Generasi Muda Lewat Program Polidik, Tanamkan Disiplin dan Karakter Sejak Usia Dini
Buronan Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Akhirnya Ditangkap di Timika, Polisi Dalami Keterlibatan dalam Jaringan KKB

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:37 WIT

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIT

BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:03 WIT

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:20 WIT

BKPPD Puncak Jaya Matangkan Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Didorong Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:06 WIT

Pemkab Puncak Jaya Mulai Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Ambil Training Kit Sebagai Tahap Awal Pembentukan ASN Profesional

Berita Terbaru